Rabu, 26/08/2026
Rabu, 26/08/2026
Foto pelaku usaha ekspor bersama jajaran KPw BI Kaltim (istimewa).
Rabu, 26/08/2026

Foto pelaku usaha ekspor bersama jajaran KPw BI Kaltim (istimewa).
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kalimantan Timur mencatatkan transaksi mencapai Rp1,14 Miliar dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Capaian tersebut dibukukan 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Kaltim yang mengikuti pameran secara luring. Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan KKI sebelumnya yang hanya diikuti enam UMKM. Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan capaian penjualan tersebut menunjukkan produk UMKM daerah memiliki daya tarik dan daya saing yang semakin baik.
“Capaian penjualan Rp1,14 Miliar ini menunjukkan produk UMKM Kaltim memiliki daya tarik dan daya saing yang semakin baik. Ini bukan hanya soal nilai transaksi, tetapi juga bagaimana pelaku UMKM mampu memanfaatkan momentum pameran untuk memperluas pasar dan membangun jejaring usaha,” ujarnya. Dari belasan UMKM yang mengikuti pameran, Manika Kaltim menjadi pelaku usaha dengan capaian penjualan tertinggi. UMKM yang memproduksi kerajinan tas berbahan rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur itu membukukan penjualan sebesar Rp615,29 Juta.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa produk berbasis kekayaan lokal Kaltim memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. “Ke depan, kami akan terus mendorong UMKM Kaltim agar tidak berhenti pada pasar lokal. Penguatan kualitas produk, kemasan, digitalisasi, hingga akses pembiayaan dan pemasaran menjadi bagian penting agar UMKM kita bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Jajang lagi. Selain pameran luring, sebanyak 22 UMKM Kaltim turut berpartisipasi dalam pameran secara daring.
Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari wastra, ready to wear, kriya, home decor, hingga makanan dan minuman olahan. Partisipasi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur produk lokal sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan calon konsumen maupun mitra usaha dari berbagai daerah. BI Kaltim juga mendorong UMKM tidak hanya mengejar transaksi jangka pendek selama pameran, tetapi memanfaatkan setiap kesempatan untuk membangun jaringan bisnis dan memperluas akses pasar. “Kami berharap capaian ini menjadi pemicu bagi UMKM lainnya untuk terus berinovasi. Dengan kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, UMKM Kaltim diharapkan semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” pungkas Jajang.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 26/08/2026
Foto pelaku usaha ekspor bersama jajaran KPw BI Kaltim (istimewa).
TERPOPULER