Selasa, 01/09/2026
Selasa, 01/09/2026
Info grafik perkembangan inflasi di Kaltim berdasarkan data BPS Kaltim (istimewa)
Selasa, 01/09/2026

Info grafik perkembangan inflasi di Kaltim berdasarkan data BPS Kaltim (istimewa)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kalimantan Timur pada Agustus 2026 mencapai 3,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,70.
Angka ini melonjak cukup signifikan jika dibandingkan dengan inflasi y-on-y pada Agustus 2025 yang tercatat sebesar 1,79 persen.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyampaikan bahwa dari empat kabupaten/kota yang dipantau dalam cakupan IHK, Kota Samarinda mencatatkan inflasi tahunan tertinggi.
“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 4,03 persen dengan IHK 112,71. Sementara inflasi terendah berada di Kabupaten Berau yaitu sebesar 3,31 persen dengan IHK 112,29,” ujar Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya pada Selasa, (1/9/2026).
Ia menjelaskan, inflasi y-on-y di Kaltim terjadi akibat kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi mencatatkan lonjakan harga paling tinggi, yaitu mencapai 10,55 persen dengan andil inflasi sebesar 1,35 persen. Lonjakan ini terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara yang menyumbang andil 0,55 persen dan bensin sebesar 0,54 persen.
Kelompok pengeluaran lain yang memberikan tekanan inflasi cukup besar adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,06 persen (andil 1,22 persen), serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 9,96 persen (andil 0,69 persen).
“Pada kelompok perawatan pribadi, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang andil inflasi y-on-y paling dominan, yaitu sebesar 0,57 persen. Sementara pada kelompok makanan, komoditas daging ayam ras memberikan andil inflasi 0,24 persen dan sigaret kretek mesin (SKM) 0,16 persen,” paparnya.
Di sisi lain, komoditas seperti bawang merah (andil -0,16 persen), tomat (-0,04 persen), ikan gabus (-0,03 persen), serta bahan bakar rumah tangga (-0,03 persen) tercatat menjadi penahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi y-on-y.
Secara bulanan, perkembangan harga pada Agustus 2026 relatif terkendali. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,10 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras dan cabai rawit, meski tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara serta harga bensin. Dengan capaian tersebut, inflasi year-to-date (y-to-d) Kaltim sepanjang tahun 2026 berjalan hingga Agustus ini berada di angka 2,64 persen.
Editor: Erwin
Selasa, 01/09/2026
Info grafik perkembangan inflasi di Kaltim berdasarkan data BPS Kaltim (istimewa)
TERPOPULER