Selasa, 28/07/2026

Pasokan Kurang, Harga Ikan di Pasar Klandasan Balikpapan Melonjak

Selasa, 28/07/2026

Aktivitas pedagang ikan di Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pasokan Kurang, Harga Ikan di Pasar Klandasan Balikpapan Melonjak

Selasa, 28/07/2026

logo

Aktivitas pedagang ikan di Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Penulis: Muhamad Solih Januar

KORAMKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Kondisi cuaca perairan yang kurang bersahabat akibat gelombang tinggi dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung pada harga sejumlah komoditas hasil laut di pasaran. 

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pedagang di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan.

Seorang pedagang ikan di Pasar Klandasan, Laute, mengatakan, kenaikan harga ikan sudah mulai terasa sejak memasuki bulan Juli 2026 ini. 

Gelombang laut yang tinggi membuat pasokan dari nelayan berkurang, sehingga memicu kenaikan harga pada berbagai jenis ikan segar.

“Biasanya jenis ikan seperti ikan kakak, parakulu, gembo, hingga ikan layang itu harganya normal, sekarang naik,” ujar Laute saat ditemui di lapak dagangannya di Pasar Klandasan, Balikpapan, Selasa (28/7/2026).

Ia mencontohkan, harga ikan layang yang sebelumnya stabil di kisaran Rp35 ribu per kilogram (kg) kini merangkak naik menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg. Rata-rata kenaikan harga berkisar Rp5 ribu atau bahkan lebih.

Kenaikan harga ini turut berdampak signifikan terhadap omset penjualan para pedagang. Laute mengakui pendapatannya menurun drastis dibandingkan hari-hari biasa saat cuaca normal dan pasokan lancar.

“Pengaruh sekali ke omset. Kalau kemarin-kemarin penjualan lumayan, sekarang jadi sepi karena gelombang ini,” ungkapnya.

Dia menyebut, bila sebelumnya omset harian bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta, kini pendapatannya merosot tajam hingga berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.

Senada dengan Laute, pedagang hasil laut lainnya di Pasar Klandasan,  Sapar, juga merasakan dampak cuaca terhadap harga komoditas seperti cumi dan udang. Menurutnya, gelombang laut yang tinggi membuat harga barang ikut terkerek naik.

“Harga udang sebenarnya stabil, tapi untuk sekarang harganya agak tinggi karena gelombang lagi dekat. Harga cumi sekarang mencapai Rp90 ribu per kg, sementara udang berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kg tergantung ukuran,” jelas Pak Sapar.

Kenaikan udang dan cumi itu bisa katakan cukup signifikan yakni kisaran Rp10 hingga Rp20 ribu, sedikit lebih tinggi dibandingkan ikan.

Para pedagang di Pasar Klandasan berharap kondisi cuaca dan gelombang tinggi di perairan Balikpapan dapat segera mereda, sehingga aktivitas nelayan kembali normal dan pasokan ikan pulih.

Editor: Erwin

Pasokan Kurang, Harga Ikan di Pasar Klandasan Balikpapan Melonjak

Selasa, 28/07/2026

Aktivitas pedagang ikan di Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait