Rabu, 05/08/2026
Rabu, 05/08/2026
Petugas Saat melakukan sidak di SPBU. (Foto; Adnan Abdul/Korankaltim.com)
Rabu, 05/08/2026

Petugas Saat melakukan sidak di SPBU. (Foto; Adnan Abdul/Korankaltim.com)
Penulis; Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja, Kota Samarinda, kembali menjadi sorotan.
Barisan kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan dinilai tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi warga karena menutup akses menuju pertokoan dan warung di sekitar lokasi.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli akibat kondisi tersebut. Kendaraan pelanggan kesulitan masuk ke area pertokoan karena jalur keluar-masuk dipenuhi antrean kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Ardi, seorang pemilik warung kawasan tersebut mengatakan, situasi itu terjadi hampir setiap hari dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, membuat banyak calon pembeli memilih mengurungkan niat berbelanja.
“Sering kali antrean kendaraan menutup akses menuju toko kami hingga hampir dua jam. Pembeli kesulitan masuk, bahkan ada yang memilih pergi. Dampaknya tentu terasa terhadap pendapatan kami,” sebut Ardi.
Keluhan serupa juga disampaikan pemilik usaha lainnya saat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda melakukan peninjauan sekaligus penertiban di kawasan SPBU tersebut pada Selasa (4/8/2026) malam tadi.
Dari hasil pendataan di lapangan, sedikitnya tujuh pemilik toko dan warung menyampaikan keberatan karena akses menuju tempat usaha mereka kerap tertutup antrean kendaraan.
Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Dishub Samarinda, Duri menjelaskan pihaknya langsung meminta pengelola SPBU melakukan perbaikan dalam pengaturan antrean agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Kami menerima aspirasi dari sekitar tujuh pemilik usaha yang mengaku akses ke toko mereka terganggu akibat antrean kendaraan. Karena itu kami meminta pengelola SPBU lebih aktif mengendalikan antrean,” kata Duri.
Dishub Samarinda meminta petugas keamanan SPBU tidak hanya mengawasi pintu masuk, tetapi juga mengatur kendaraan hingga ke bagian belakang antrean. Langkah tersebut dinilai penting agar tetap tersedia ruang bagi kendaraan yang hendak keluar maupun masuk ke kawasan pertokoan.
“Sekuriti jangan hanya fokus di gerbang SPBU. Antrean harus dikendalikan sampai ke belakang sehingga akses menuju toko masyarakat tetap terbuka,” tegas Duri.
Selain itu, Dishub juga mendorong pihak SPBU membangun komunikasi yang lebih intensif dengan warga melalui ketua RT setempat.
Menurutnya, koordinasi yang baik akan mempermudah penyelesaian apabila muncul persoalan akibat kepadatan antrean.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi menggunakan kendaraan roda empat. Meski demikian, informasi dari pengelola SPBU menyebut praktik pengetap masih ditemukan pada kendaraan roda dua.
“Untuk praktik pengetap ini tetap menjadi perhatian kami dan sewaktu-waktu akan dilakukan penertiban,” papar Duri.
Penataan antrean maupun penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi akan dilakukan secara terpadu bersama Satlantas Polresta Samarinda dan Satpol PP. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan antrean yang lebih tertib sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP agar penanganannya lebih maksimal. Harapannya masyarakat tetap nyaman, lalu lintas lancar, dan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh yang berhak,” tutup Duri.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 05/08/2026
Petugas Saat melakukan sidak di SPBU. (Foto; Adnan Abdul/Korankaltim.com)
TERPOPULER