Senin, 03/08/2026

Ekspor Kaltim Naik 18,53 Persen, BPS Soroti Ketergantungan pada Sektor Tambang

Senin, 03/08/2026

Ilustrasi ekspor batu bara di Sungai Mahakam (Istimewa).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ekspor Kaltim Naik 18,53 Persen, BPS Soroti Ketergantungan pada Sektor Tambang

Senin, 03/08/2026

logo

Ilustrasi ekspor batu bara di Sungai Mahakam (Istimewa).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ekspor dibKalimantan Timur (Kaltim) pada Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Namun, di balik kenaikan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mengingatkan bahwa struktur ekspor daerah masih didominasi komoditas berbasis sumber daya alam, sehingga tetap rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan nilai ekspor Kaltim pada Juni 2026 mencapai USD2,163 miliar, meningkat 18,53 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor migas maupun nonmigas.

Meski demikian, Mas’ud menjelaskan bahwa struktur ekspor Kaltim masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. 

Sepanjang Januari-Juni 2026, komoditas hasil tambang menyumbang 68,94 persen terhadap total ekspor daerah. Sementara pada kelompok ekspor nonmigas, bahan bakar mineral masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 75,14 persen.

“Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Kaltim masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap komoditas berbasis sumber daya alam. Kondisi ini membuat kinerja ekspor sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas dunia maupun permintaan pasar global,” ujar Mas’ud dalam rilis BPS Kaltim, Senin (3/8/2026).

Selain bergantung pada jenis komoditas, konsentrasi pasar ekspor juga masih cukup tinggi. BPS mencatat Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Kaltim dengan nilai mencapai USD3,28 miliar atau berkontribusi 33,91 persen selama Januari-Juni 2026. India berada di posisi kedua dengan kontribusi 13,57 persen, disusul Filipina sebesar 9,20 persen.

Di sisi lain, neraca perdagangan Kalimantan Timur pada Juni 2026 masih mencatat surplus sebesar USD973,40 juta. Surplus tersebut ditopang sektor nonmigas yang membukukan surplus USD1,92 miliar, meski sektor migas masih mengalami defisit USD949,23 juta.

“Capaian ekspor yang meningkat menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan luar negeri,” terangnya.

Namun, penguatan sektor hilirisasi dan diversifikasi produk ekspor tetap menjadi tantangan agar pertumbuhan ekspor tidak semata bergantung pada fluktuasi komoditas primer di pasar internasional.

Editor: Erwin

Ekspor Kaltim Naik 18,53 Persen, BPS Soroti Ketergantungan pada Sektor Tambang

Senin, 03/08/2026

Ilustrasi ekspor batu bara di Sungai Mahakam (Istimewa).

Share

Berita Terkait