Dia mengatakan, proyek revitalisasi pasar ini prosesnya tidak mudah karena ada sekitar 2.800 pedagang akan diberi tempat berjualan secara gratis, bahkan saat dipindahkan sementara imbas revitalisasi juga tempatnya disiapkan gratis. “Cari se-Indonesia, ada pedagang yang pasarnya direhab, disediakan tempat sementara gratis, dan dipastikan 2.800 pemilik lapak itu akan mendapatkan pula dengan gratis tanpa harus membeli,” kata Andi Harun.
Seperti diketahui, berdasarkan desain pembangunan ulang pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an itu, bakal ada hotel yang dibangun di dalamnya, tepatnya di lantai empat. Pasar Pagi ini nantinya memang didesain menjadi pusat perbelanjaan grosir untuk semua daerah yang ada di Kaltim, menyeimbangkan revitalisasi Kawasan Citra Niaga, China Town dan Teras Samarinda.
Adapun alasan dilakukannya revitalisasi Pasar Pagi ini berdasarkan tiga hal, yakni usia awal berdirinya yang memang sudah sangat tua terlebih pasar tradisional tersebut merupakan satu diantara ikon yang berada di Ibu Kota Benua Etam.
Kemudian revitalisasi Pasar Pagi ini merupakan rangkaian pembangunan penataan yang dilakukan terkait dengan Teras Samarinda di Kawasan tepi Sungai Mahakam maupun revitalisasi Citra Niaga sehingga untuk Pasar Pagi ini juga harus direvitalisasi total.
Alasan terakhir, Pemkot menginginkan perputaran ekonomi semakin meningkat sehingga dalam menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan, Samarinda punya wajah yang lebih segar.
Pemerintah Kota Samarinda ingin menjadikan Pasar Pagi sebagai pusat perdagangan, artinya, selain banyaknya proses jual beli yang terjadi, beberapa hal penunjang lainnya juga harus dipersiapkan.
Editor: Maruly Z