
Rabu, 09/09/2026
Rabu, 09/09/2026
Penyerahan hadiah bagi enam pemenang lomba cerita rakyat. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)

Rabu, 09/09/2026

Penyerahan hadiah bagi enam pemenang lomba cerita rakyat. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutai Timur (Kutim) menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Penulisan Cerita Rakyat Kutim Tahun 2026 di Ruang Rapat Diskusi Dispusip Kutim, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Dispusip Kutim dalam memperkaya koleksi khas perpustakaan sekaligus mendorong pelestarian cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat.
Sekretaris Dispusip Kutim Abdul Muluk mengatakan, lomba penulisan cerita rakyat tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan karya terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi penulis lokal untuk menunjukkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menghasilkan karya.
Pihaknya menginginkan kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai perlombaan saja. Namun ke depan bisa terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi ruang bagi masyarakat demi mengembangkan kemampuan menulis serta mengangkat cerita-cerita dari daerah.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat dalam mengikuti lomba cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah naskah yang masuk dan kemudian dinilai oleh tim juri,” ujarnya.
Disebutkan, ada 38 karya yang kemudian melalui proses penilaian oleh tim juri. Penilaiannya dilakukan secara teliti dengan mempertimbangkan berbagai aspek dari masing-masing karya. Berdasarkan berita acara penilaian, tim juri menetapkan enam karya sebagai pemenang terbaik.
“Keberadaan cerita rakyat memiliki peran penting dalam menjaga ingatan dan identitas suatu daerah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penulisan, cerita yang sebelumnya berkembang secara lisan dapat didokumentasikan dalam bentuk tulisan sehingga lebih mudah diwariskan kepada generasi mendatang.
Dispusip berkomitmen melanjutkan upaya penguatan literasi berbasis budaya lokal. Lomba penulisan cerita rakyat diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat tidak hanya gemar membaca, tetapi juga aktif mendokumentasikan kekayaan cerita yang dimiliki daerah.
“Semoga cerita rakyat Kutim dapat terus hidup, berkembang dan menjadi bagian dari warisan budaya sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi muda,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin

Rabu, 09/09/2026
Penyerahan hadiah bagi enam pemenang lomba cerita rakyat. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)
TERPOPULER