
Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026
Bepelas malam ketiga Erau 2026 (heri/korankaltim.com)

Rabu, 23/09/2026

Bepelas malam ketiga Erau 2026 (heri/korankaltim.com)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 terus berlangsung dengan khidmat. Memasuki malam ketiga, ritual Bepelas kembali digelar di Museum Mulawarman, Tenggarong, Selasa (22/9/2026) malam.
Bepelas merupakan salah satu rangkaian penting dalam Erau Adat Kutai yang sarat nilai adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kegiatan ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, Wakil Ketua II DPRD Kukar Junadi, Asisten II Setkab Kukar Muhammad Iryanto, Kabag Kesra Kukar Fathul Alamin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kukar Ariyadi F, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Darmawan, serta kerabat Kesultanan Ing Martadipura.
Kehadiran jajaran Pemkab Kukar dalam prosesi tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Kutai yang terus diwariskan melalui rangkaian Erau.
Prosesi diawali dengan para undangan memasuki ruang Stinggil Keraton. Selanjutnya, para tamu mengikuti ritual prosesi sakral sebelum Sultan memasuki tempat pelaksanaan Bepelas.
Setelah prosesi utama selesai, Sultan bersama tamu dan undangan VVIP menuju ruang makan untuk mengikuti makan malam bersama.
Suasana semakin semarak sekitar pukul 21.00 WITA. Sebanyak tiga kali dentuman meriam dilepaskan personel Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim yang berjumlah 10 personel.
Peledakan meriam tersebut menjadi simbol ekspresi kegembiraan sekaligus puji-pujian atas dimulainya perayaan besar adat Erau.
Asisten II Setkab Kukar M Iryanto menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam rangkaian Erau menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan tradisi adat dan budaya Kutai.
Menurutnya, Erau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk menjaga nilai-nilai adat, mempererat hubungan antara pemerintah, Kesultanan, dan masyarakat.
“Erau ini merupakan bagian penting dari identitas budaya Kutai. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus kita dukung bersama, sehingga nilai adat dan tradisi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ucap Iryanto.
Diketahui, Bepelas merupakan simbol pembersihan. Ritual ini dimaknai sebagai upaya pembersihan diri, penyucian sukma dan raga dari ujung rambut hingga ujung kaki, serta sebagai sarana penolak bala bagi Sultan dan wilayah kerajaannya. ( Adv )

Rabu, 23/09/2026
Bepelas malam ketiga Erau 2026 (heri/korankaltim.com)
TERPOPULER