
Kamis, 24/09/2026
Kamis, 24/09/2026
Bupati Aulia bersama Sekda dan tamu undangan kehormatan lainnya saat menghadiri ritual Bepelas (heri/korankaltim.com)

Kamis, 24/09/2026

Bupati Aulia bersama Sekda dan tamu undangan kehormatan lainnya saat menghadiri ritual Bepelas (heri/korankaltim.com)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM,TENGGARONG – Tradisi Bepelas kembali menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Memasuki malam keempat, ritual adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura itu berlangsung khidmat di Museum Mulawarman, Rabu (23/9/2026) malam.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri turut hadir menyaksikan langsung prosesi sakral ini bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, disaksikan pula oleh Sekda Kukar Sunggono, Anggota VI BPK RI Dapil Kalimantan Timur H Fathan Subchi, Asisten III Setkab Kukar Dafip Hariyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah, serta para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara.
Bagi Bupati Aulia, keberlangsungan Bepelas dalam setiap pelaksanaan Erau menjadi bukti bahwa kekayaan adat dan budaya Kutai masih hidup serta mendapat tempat penting di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura beserta seluruh pihak yang konsisten menjaga dan melaksanakan tradisi tersebut dari generasi ke generasi.
Menurutnya, Bepelas bukan sekadar rangkaian seremonial dalam Erau. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, adat, kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kutai Kartanegara.
“Bepelas ini merupakan tradisi yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat. Kita patut mengapresiasi dan menjaga agar tradisi seperti ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” kata Aulia. Orang nomor satu Kukar ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kukar akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya daerah.
Menurutnya, Erau menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kutai secara lebih luas, sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhurnya. “Erau bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi kita untuk menjaga adat, memperkuat kebersamaan dan mengenalkan budaya Kutai kepada generasi muda,” tegasnya Prosesi Bepelas malam keempat diawali dengan para undangan memasuki ruang Sitinggil Keraton.
Selanjutnya, tamu undangan mengikuti prosesi ritual sakral sebelum Sultan memasuki tempat pelaksanaan Bepelas. Suasana perayaan semakin semarak dan meriah tentunya di pelataran, halaman hingga ruas jalan protokol depan Museum Mulawarman kawasan Titik Nol tepatnya sekitar pukul 21.00 WITA dengan dentuman empat kali meriam yang dilakukan personel Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim.
Dentuman meriam tersebut menjadi simbol ekspresi kegembiraan sekaligus puji-pujian atas berlangsungnya perayaan besar adat Erau. Pelaksanaan Bepelas yang terus digelar selama Erau 2026 sekaligus menunjukkan kuatnya sinergi antara Kesultanan Kutai Kartanegara, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi adat Kutai.
Bupati Aulia berharap semangat pelestarian tersebut tidak berhenti selama Erau berlangsung, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kukar. “Yang paling penting adalah bagaimana adat dan budaya ini terus kita rawat bersama, sehingga tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (adv)

Kamis, 24/09/2026
Bupati Aulia bersama Sekda dan tamu undangan kehormatan lainnya saat menghadiri ritual Bepelas (heri/korankaltim.com)
TERPOPULER