Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Mengantisipasi eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Agrojaya Tirta Kencana (ATK) bersinergi dengan Manggala Agni Kalimantan XII/Paser resmi membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk wilayah Desa Tunjungan dan Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, pada Senin (21/9/2026). Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, S.Ip.

Langkah kolaboratif ini diambil sebagai respons cepat menyusul munculnya titik api di wilayah kedua desa tersebut selama beberapa hari terakhir, yang kini telah memicu perhatian serius dari pemerintah tingkat kabupaten hingga provinsi.
Acara pengukuhan dan pembentukan MPA ini dihadiri langsung oleh Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Kalimantan XII/Paser H.M. Faisal, Kapolsek Muara Kaman yang diwakili Kanit Binmas, perwakilan Koramil Muara Kaman (Babinsa Tunjungan), Kepala Desa Tunjungan, Kepala Desa Liang Buaya, serta Manager Humas dan Legal PT ATK, Ferdinan Sinaga.
Dalam sambutan bersama, jajaran pimpinan instansi mendasar—mulai dari Kadaops Manggala Agni, perangkat desa, TNI/Polri, hingga manajemen PT ATK—menyatakan dukungan mutlak terhadap program kolaborasi ini.
Manager Humas dan Legal PT ATK, Ferdinan Sinaga, menegaskan bahwa pembentukan MPA merupakan wujud komitmen nyata korporasi dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
"Kami bersedia memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ini adalah bentuk komitmen nyata perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di buffer area (wilayah penyangga) PT Agrojaya Tirta Kencana," ujar Ferdinan.
Saat membuka acara secara resmi, Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, S.Ip, mengimbau seluruh anggota MPA yang terpilih untuk langsung bergerak aktif dan memiliki tanggung jawab tinggi dalam memantau wilayahnya masing-masing.
"Kami sangat mendukung program ini dan berharap semua anggota MPA dapat menjaga wilayahnya terhindar dari bahaya kebakaran hutan dan lahan. Perlu diingat bahwa bahaya karhutla ini bisa berdampak fatal terhadap masa depan masyarakat Desa Tunjungan dan Liang Buaya, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan," tegas Nadi Baswan dalam arahannya.
Melalui kemitraan terpadu antara sektor swasta, instansi pemadam khusus, unsur Muspika, dan masyarakat desa, pembentukan MPA ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini sekaligus memadamkan api sebelum meluas, demi mewujudkan wilayah Muara Kaman yang bebas dari bencana asap. (*)
Rabu, 23/09/2026
TERPOPULER