
Jumat, 25/09/2026
Jumat, 25/09/2026
Rendi Solihin saat menerima piagam penghargaan pengendalian inflasi (keren.dok)

Jumat, 25/09/2026

Rendi Solihin saat menerima piagam penghargaan pengendalian inflasi (keren.dok)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Wakil Bupati Rendi Solihin merasakan rindu yang tertinggal di Kutai Kartanegara (Kukar) pada tradisi Beseprah Erau Adat Kutai 2026, Kamis (24/9/2026). Di tengah masyarakat yang duduk lesehan bersama Sultan dalam suasana penuh kebersamaan, Rendi Solihin justru berada di Jakarta menjalankan tugas penting membawa nama daerah di panggung nasional.
Rendi sedianya ingin hadir dan duduk bersama Ayahanda Sultan serta masyarakat Kukar dalam tradisi Beseprah. Namun, agenda penting di Jakarta membuatnya harus berhalangan hadir.
Di hari yang sama, Kukar menerima penghargaan atas upaya penanganan inflasi dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Penghargaan tersebut menjadi capaian penting bagi Pemkab Kukar, sekaligus bentuk apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Harusnya kemarin saya duduk lesehan bersama Ayahanda Sultan dan masyarakat Kukar dalam hangatnya tradisi Beseprah. Ada rindu yang tertinggal di Kukar, namun tugas penting harus dilakukan,” kata Rendi.
Namun, menurutnya, berada di Jakarta juga merupakan bagian dari ikhtiar untuk masyarakat Kukar. Tugas tersebut harus dijalankan karena penghargaan yang diterima membawa nama seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.
“Namun, raga ini harus melangkah memperjuangkan hal penting lainnya. Alhamdulillah Kukar dianugerahi penghargaan penanganan inflasi pada FEKDI–Indonesia Fintech Summit & Expo 2026,” ungkapnya.
Rendi menilai penghargaan itu bukan sekadar seremoni atau pencapaian pemerintah daerah. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bukti bahwa kerja bersama yang dilakukan selama ini mampu memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi kita mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli warga,” tegasnya.
Ia menyebut, pengendalian inflasi merupakan kerja bersama yang membutuhkan konsistensi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Karena itu, penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi Pemkab Kukar untuk terus memperkuat kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Bagi Rendi, momentum Beseprah dan penghargaan yang diterima Kukar di Jakarta memiliki makna yang sama: kebersamaan dan pengabdian untuk masyarakat.
Jika Beseprah menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat melalui tradisi makan bersama, maka penghargaan di Jakarta menjadi representasi kerja pemerintah dalam menjaga kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Raga boleh jauh, tapi setiap ikhtiar ini sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat Kukar,” pungkasnya.
Ketidakhadiran Rendi dalam Beseprah pun bukan berarti menjauh dari masyarakat. Pada hari ketika masyarakat Kukar merawat tradisi di Tenggarong, Wakil Bupati justru menjalankan tugas di Jakarta untuk menerima pengakuan atas kerja bersama Kukar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Sebuah penghargaan yang pada akhirnya kembali dipersembahkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara wujud kerja dan kolaborasi bersama,” demikian Rendi. (adv)

Jumat, 25/09/2026
Rendi Solihin saat menerima piagam penghargaan pengendalian inflasi (keren.dok)
TERPOPULER