Minggu, 09/11/2025
Minggu, 09/11/2025
Lokasi TPA Bontang, Minggu (9/11/2025). (Foto: Rahmadani)
Minggu, 09/11/2025

Lokasi TPA Bontang, Minggu (9/11/2025). (Foto: Rahmadani)
Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kini mulai menggeser fokus pengelolaan sampah dari sekadar pengumpulan dan pembuangan, menjadi pengolahan berbasis energi terbarukan. Langkah ini dilakukan guna menjawab tantangan tingginya volume sampah harian serta keterbatasan ruang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas biodigester melalui proyek kerja sama dengan KOICA, Pemerintah Provinsi Jeju, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI merupakan kebijakan strategis untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi alternatif dari sampah organik.
“Isu sampah ini sudah bukan lagi sekadar soal kebersihan. Ini menyangkut keberlanjutan kota. Teknologi biodigester akan membantu mengolah sampah menjadi gas metan sebagai energi rumah tangga. Jadi sampah tidak lagi sekadar dibuang, tapi dimanfaatkan,” jelasnya, Minggu (9/11/2025).
Proyek hibah bernilai Rp155,9 miliar itu akan dibangun di area seluas 1,5 hektare di TPA Bontang Lestari. Selain fasilitas biodigester, proyek ini juga mencakup pembangunan 30 Rumah Bersih di empat kecamatan serta unit edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan proyek ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Karena itu, pelatihan dan kampanye perubahan perilaku akan menjadi komponen utama program.
“Teknologi bisa hadir, tapi tanpa perilaku memilah sampah dari sumbernya, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Kerja sama ini menempatkan KLHK sebagai penerima hibah, KOICA sebagai penyedia pendanaan, Pemerintah Jeju sebagai mitra promotor, dan Pemkot Bontang bertanggung jawab dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Pemkot juga memastikan kesiapan lahan dan legalitas agar proses pembangunan tidak terhambat.
Dirinya bilang, upaya ini merupakan lanjutan dari capaian Bontang sebagai kota dengan reputasi lingkungan yang baik, tercermin dari sembilan kali penghargaan Adipura dan tiga kali Adipura Kencana. Namun ia menilai penghargaan bukan lagi cukup untuk menjawab tantangan masa depan.
“Target kami bukan hanya mempertahankan kota bersih. Tapi meningkatkan kualitasnya menjadi kota dengan sistem pengelolaan sampah yang mandiri energi, rendah emisi, dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Ia menyebut, transformasi ini juga sejalan dengan posisi Bontang sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) yang dituntut berorientasi pada keberlanjutan dan efisiensi energi. (Adv)
Editor: Erwin
Minggu, 09/11/2025
Lokasi TPA Bontang, Minggu (9/11/2025). (Foto: Rahmadani)
TERPOPULER