Ia menilai pelajar yang memiliki wawasan politik yang baik akan lebih siap berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, termasuk saat memasuki usia pemilih.
Selain menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, mereka juga dapat ikut mengawal jalannya pemerintahan melalui sikap kritis dan kepedulian terhadap berbagai kebijakan publik.
“Generasi muda perlu memahami bagaimana negara berjalan dan bagaimana peran mereka di dalamnya. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga bagian dari masyarakat yang ikut mengawasi proses demokrasi,” ujarnya.
Arming mengatakan peningkatan pemahaman politik di kalangan pelajar akan berdampak positif terhadap kualitas demokrasi di Kaltara. Semakin banyak pemilih pemula yang memahami proses politik, semakin besar pula peluang terciptanya partisipasi yang berkualitas dalam setiap pelaksanaan pemilu.
Karena itu, ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pendidikan demokrasi yang menyasar siswa dan generasi muda. Menurutnya, membangun kesadaran politik sejak bangku sekolah merupakan investasi penting untuk menyiapkan pemimpin dan warga negara yang berintegritas di masa depan.
“Pendidikan demokrasi harus terus diperkuat. Kita membutuhkan generasi yang kritis, memiliki wawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah,” tutupnya. (adv)