Kamis, 11/06/2026

DPRD Kaltara Dorong Hilirisasi Rumput Laut untuk Tingkatkan Nilai Tambah di Daerah

Kamis, 11/06/2026

Momen foto bersama di Kantor DPR RI. (istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

DPRD Kaltara Dorong Hilirisasi Rumput Laut untuk Tingkatkan Nilai Tambah di Daerah

Kamis, 11/06/2026

logo

Momen foto bersama di Kantor DPR RI. (istimewa)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA – Besarnya potensi produksi rumput laut di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi masyarakat. 

Hingga saat ini, sebagian besar hasil panen petani masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku karena belum didukung keberadaan industri pengolahan di daerah.

Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan DPRD Provinsi Kalimantan Utara saat mengikuti forum Aspirasi DPRD bersama Fraksi PKS DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Anggota DPRD Kaltara, Muhammad Nasir, menilai pengembangan industri pengolahan rumput laut menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Menurutnya, Kaltara memiliki potensi produksi rumput laut yang besar dan selama ini menjadi salah satu daerah pemasok utama. Namun karena belum tersedia fasilitas pengolahan yang memadai, hasil produksi petani masih dikirim ke luar daerah untuk diproses menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan manfaat ekonomi dari rantai industri rumput laut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat maupun daerah penghasil.

“Selama ini hasil produksi kita sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan baku. Padahal jika pengolahannya dilakukan di daerah, nilai tambahnya akan jauh lebih besar dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Utara,” ujar Nasir.

Ia menjelaskan, hilirisasi rumput laut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan harga jual komoditas, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya berbagai sektor pendukung. Kehadiran industri pengolahan diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong investasi, serta memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

Selain itu, industri pengolahan dinilai dapat meningkatkan posisi tawar petani karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan bahan baku ke luar daerah. Dengan rantai produksi yang lebih pendek, petani berpeluang memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil budidaya mereka.

Nasir mengatakan, pengembangan industri berbasis rumput laut sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong hilirisasi berbagai komoditas unggulan. 

Karena itu, daerah perbatasan seperti Kaltara perlu mendapat perhatian agar tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat industri berbasis sumber daya lokal.

“Potensi yang dimiliki Kaltara sangat besar. Yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan pemerintah pusat agar industri pengolahan dapat hadir dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

DPRD Kaltara berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dukungan kebijakan maupun program pembangunan yang mendorong terbentuknya ekosistem industri rumput laut di Kaltara. 

Dengan demikian, komoditas unggulan daerah tidak hanya menjadi sumber produksi, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. (adv)

DPRD Kaltara Dorong Hilirisasi Rumput Laut untuk Tingkatkan Nilai Tambah di Daerah

Kamis, 11/06/2026

Momen foto bersama di Kantor DPR RI. (istimewa)

Share

Berita Terkait