Jumat, 19/06/2026
Jumat, 19/06/2026
Petugas teknis Perumda Batiwakkal melakukan perawatan jaringan dan sambungan air guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. (Foto: Dok.Perumda Air Minum Batiwakkal)
Jumat, 19/06/2026

Petugas teknis Perumda Batiwakkal melakukan perawatan jaringan dan sambungan air guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. (Foto: Dok.Perumda Air Minum Batiwakkal)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Harapan ribuan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Berau untuk memperoleh Sambungan Rumah (SR) air bersih gratis melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024 belum dapat terwujud. Meski begitu Perumda Air Minum Batiwakkal terus berupaya menghadirkan solusi agar akses layanan air bersih tetap dapat dinikmati masyarakat.
Program yang digagas pemerintah pusat tersebut sebelumnya mendapat respons besar dari masyarakat Berau. Sejak akhir 2023, Perumda Batiwakkal melakukan pendataan dan pendaftaran calon penerima manfaat secara terbuka hingga tingkat RT. Hasilnya, sekitar 6.500 warga tercatat mendaftar untuk mendapatkan fasilitas sambungan rumah gratis.
Kepala Bidang Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal Rudy Hartono mengatakan, seluruh tahapan yang menjadi kewajiban daerah telah dilaksanakan, mulai dari pendataan, pengusulan hingga verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Pendataan kami lakukan secara masif di setiap RT. Dari hasil verifikasi, sekitar 6.000 sambungan rumah kami usulkan ke pemerintah pusat,” kata Rudy kepada Korankaltim.com.
Berau menjadi daerah dengan jumlah usulan sambungan rumah gratis terbesar di Kalimantan Timur. Bahkan, tim verifikator dari pemerintah pusat telah melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi calon penerima manfaat.
Namun setelah melalui proses yang cukup panjang, program tersebut tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Kepastian pembatalan baru diterima Perumda Batiwakkal pada September 2024 setelah berbulan-bulan menunggu kejelasan pelaksanaan program.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang telah menaruh harapan besar, tetapi juga berdampak pada Perumda Batiwakkal yang telah mengeluarkan biaya dan sumber daya untuk mendukung proses pendataan.
“Keluhan masyarakat akhirnya kami yang menanggung, padahal kami hanya menjalankan kebijakan dari pemerintah pusat,” ungkap Rudy.
Meski begitu Perumda Batiwakkal memilih untuk tetap fokus pada upaya peningkatan pelayanan. Sebagai langkah alternatif, perusahaan daerah tersebut menawarkan kemudahan pemasangan sambungan reguler melalui skema pembayaran bertahap agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses air bersih.
Program cicilan pemasangan menjadi bentuk komitmen Perumda Batiwakkal dalam mendukung perluasan layanan air minum di Kabupaten Berau. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang sebelumnya berharap mendapatkan sambungan gratis agar tetap memiliki kesempatan terhubung dengan jaringan air bersih.
Ditengah batalnya program SR gratis, Perumda Batiwakkal menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan air minum yang terjangkau dan menjangkau lebih banyak warga Berau, sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait program bantuan sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Untuk sementara kami memberikan opsi cicilan hingga 12 kali pembayaran. Mudah-mudahan ke depan ada promosi atau kebijakan lain yang semakin meringankan masyarakat,” tutup Rudy.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 19/06/2026
Petugas teknis Perumda Batiwakkal melakukan perawatan jaringan dan sambungan air guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. (Foto: Dok.Perumda Air Minum Batiwakkal)
TERPOPULER