Jumat, 19/06/2026
Jumat, 19/06/2026
(dokbpbdkukar)
Jumat, 19/06/2026

(dokbpbdkukar)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menetapkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai target prioritas. Langkah strategis ini diambil guna membangun ketangguhan masyarakat di tingkat bawah dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam secara mandiri dan cepat.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan, hal utama yang menjadi fokus dalam program Destana ini adalah mendorong kemandirian semua masyarakat desa. Warga diharapkan memiliki resiliensi tinggi, yang berarti mereka memahami sepenuhnya setiap risiko bencana yang mengintai lingkungan tempat tinggal mereka.
"Dengan pemahaman itu, kami ingin masyarakat dapat juga secara mandiri menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan evakuasi darurat sebelum bantuan dari luar tiba," kata Setianto Jumat (19/6/2026).
Selain kesadaran warga, aparat desa dituntut untuk menjadi pelopor di lapangan. Kepala desa beserta jajarannya wajib bergerak aktif merangkul para tokoh masyarakat guna menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap potensi bahaya di wilayahnya.
"Kami ingin semua kalangan terlibat dan saling membantu, apalagi di wilayah yang sangat rawan, terjadi bencana alam" ujarnya.
Contoh konkret, bagi desa-desa di wilayah Kukar yang berada di kawasan lereng perbukitan, aparat desa harus gencar memberikan imbauan keselamatan. Salah satunya adalah melarang warga mendirikan bangunan atau hunian di lereng dengan kemiringan lebih dari 40 derajat karena sangat rentan terhadap risiko tanah longsor.
Tidak hanya fokus pada kesiapsiagaan fisik, aspek finansial juga menjadi poin krusial dalam program Destana, BPBD Kukar mendorong Desa untuk mampu membiayai dan membantu warganya yang terdampak bencana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
"Memanfaatkan kemandirian anggaran supaya pemerintah desa bisa bertindak sebagai lini pertama terkait penanganan dampak pascabencana," sebut Setianto.
BPBD Kukar tetap akan turun tangan memberikan bantuan penuh yang disesuaikan dengan skala eskalasi bencana di lapangan.
Melalui integrasi program penanggulangan dan pembiayaan mandiri di tingkat desa ini, keluhan warga serta dampak kerugian akibat bencana diharapkan dapat dipulihkan bersama-sama dengan jauh lebih cepat dan taktis.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 19/06/2026
(dokbpbdkukar)
TERPOPULER