Minggu, 21/06/2026
Minggu, 21/06/2026
Penyerahan bendera pataka sebagai simbolis diserahkannya posisi ketua MI Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Minggu, 21/06/2026

Penyerahan bendera pataka sebagai simbolis diserahkannya posisi ketua MI Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA
– Rusdiansyah Aras resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus Provinsi
(Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Kaltim usai mendapatkan dukungan
penuh dari pengurus kabupaten dan kota se-Kaltim dalam forum musyawarah
yang berlangsung secara mufakat.
Dalam sambutan usai terpilih,
Rusdi mengaku terharu sekaligus terkejut atas dukungan besar yang
datang dari berbagai pihak, mulai dari pengurus daerah hingga
tokoh-tokoh Muaythai Kaltim.
“Saya menyampaikan terima kasih
dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan yang
telah memberikan dukungan luar biasa. Dari sembilan pengurus cabang
kabupaten dan kota se-Kaltim, alhamdulillah hari ini secara mufakat
memilih saya,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, amanah yang
diberikan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk
membangun organisasi yang lebih solid dan berprestasi.
Rusdi mengajak seluruh pengurus untuk mengedepankan semangat kebersamaan, dan kolaborasi demi kemajuan Muaythai Kaltim. Ia menegaskan, era perpecahan dan konflik internal harus diakhiri.
“Mari kita saling
melengkapi, saling menguatkan, bukan saling menyalahkan. Saya tidak
ingin lagi ada drama-drama yang justru menghambat kemajuan organisasi.
Kita harus satu komando untuk membawa Muaythai Kaltim lebih baik,”
tegasnya.
Dia menilai keberhasilan organisasi olahraga tidak
bisa dicapai oleh satu orang saja, melainkan melalui kerja sama seluruh
pengurus, pelatih, atlet, dan stakeholder olahraga di daerah.
Kekuatan
utama Muaythai Kaltim kata dia, berada di tingkat kabupaten dan kota.
Karena itu, ia berkomitmen menerapkan sistem pembinaan yang adil dan
proporsional.
“Provinsi tidak memiliki atlet. Atlet itu ada di
pengurus kabupaten dan kota. Kalau nanti ada atlet yang terpilih
mewakili Kaltim, maka itu adalah hasil pembinaan daerah. Tugas provinsi
adalah memfasilitasi dan mengoordinasikan,” katanya.
Ia juga
menyoroti pentingnya transparansi dalam proses seleksi atlet dan pelatih
agar tidak menimbulkan kesan ketidakadilan di kemudian hari.
“Semuanya harus berjalan adil. Jangan sampai atlet yang dibina daerah, tetapi penghargaan atau pengakuannya justru tidak sesuai. Ini yang akan kita benahi bersama,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 21/06/2026
Penyerahan bendera pataka sebagai simbolis diserahkannya posisi ketua MI Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER