Minggu, 21/06/2026

212 Warga Baru PSHT Kaltim Disahkan, Ketum Ingatkan Persatuan

Minggu, 21/06/2026

Prosesi pembukaan pengesahan calon warga baru PSHT yang berlangsung di GOR Segiri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

212 Warga Baru PSHT Kaltim Disahkan, Ketum Ingatkan Persatuan

Minggu, 21/06/2026

logo

Prosesi pembukaan pengesahan calon warga baru PSHT yang berlangsung di GOR Segiri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kaltim menggelar prosesi pengesahan warga baru yang berlangsung khidmat di GOR Segiri Samarinda, 20-21 Juni 2026.

Kegiatan sakral yang menjadi agenda tahunan organisasi tersebut diikuti sebanyak 212 calon warga baru dari berbagai cabang PSHT di Kaltim.

Ketua Cabang PSHT Samarinda, Sadimun, menjelaskan, sebanyak 212 calon warga baru mengikuti prosesi pengesahan tahun ini yang terdiri dari 146 peserta laki-laki dan 66 peserta perempuan.

Menurutnya, inti dari pengesahan warga PSHT bukan hanya pengakuan keanggotaan, tetapi juga pengikraran sumpah persaudaraan yang akan dipegang sepanjang hayat.

"Sebelum disahkan menjadi warga PSHT, seluruh siswa diambil sumpahnya untuk menjaga persaudaraan hingga akhir hayat. Mereka juga menyatakan siap menerima konsekuensi apabila melanggar sumpah yang telah diikrarkan," katanya.

Ia menegaskan, nilai utama yang harus dijaga seluruh warga PSHT adalah energi persaudaraan, energi rasa, dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai, tertib, dan bermanfaat.

"PSHT mengajarkan sekali disahkan menjadi warga, maka selamanya adalah saudara. Karena itu, di tengah berbagai dinamika yang terjadi saat ini, seluruh warga harus tetap mampu menjaga persaudaraan lahir dan batin," tegasnya.

Selain itu, Sadimun juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, dan atlet PSHT Samarinda yang terus menorehkan prestasi meski masih berlatih dengan fasilitas sederhana.

Dia menyebutkan, atlet PSHT Samarinda berhasil meraih 10 medali emas pada kejuaraan di Bontang, 12 medali emas pada ajang tingkat provinsi, tiga medali emas pada Kejuaraan Kaltim Pos, serta satu atlet yang menjadi juara O2SN tingkat SMA dan berpeluang mewakili Kaltim ke tingkat nasional.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSHT Kaltim, Nur Ali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan pengesahan warga baru.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan acara tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur termasuk aparat keamanan yang mengerahkan ratusan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi terselenggaranya kegiatan ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nur Ali juga menyinggung perkembangan legalitas organisasi PSHT yang menurutnya telah memperoleh pengakuan berdasarkan berbagai keputusan hukum dan administrasi negara.

Ia berharap kepastian legalitas tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan organisasi dalam mencetak prestasi olahraga pencak silat di Kaltim.

Mewakili Wali Kota Samarinda, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap keberadaan PSHT sebagai organisasi yang turut berkontribusi membentuk karakter generasi muda.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Samarinda yang dibacakannya, Muslimin mengingatkan pentingnya menjaga sumpah dan nilai-nilai persaudaraan yang diajarkan pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

"Jangan merasa bangga apabila berani melanggar sumpah atau kesepakatan bersama. Selain merugikan diri sendiri, hal tersebut juga dapat merusak nama baik organisasi dan mencederai perjuangan para pendiri PSHT," katanya.

Dia juga berpesan agar para warga baru tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik melalui latihan pencak silat, tetapi juga memperkuat kualitas mental dan spiritual.

"Latihan fisik harus diimbangi dengan latihan membersihkan hati dan pikiran agar mampu memperkuat tali persaudaraan serta mengamalkan ajaran Setia Hati secara utuh," ujarnya.

Ketua Umum PSHT, Muhammad Taufiq, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan prosesi pengesahan merupakan momentum sakral yang harus dimaknai secara mendalam oleh seluruh warga baru.

Menurutnya, sumpah dan wasiat yang diberikan kepada setiap warga bukan sekadar formalitas, melainkan pedoman hidup yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sumpah dan wasiat merupakan fondasi utama dalam membangun persaudaraan yang kekal. Di dalamnya terdapat tugas, kewajiban, larangan, dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga oleh setiap warga PSHT," tegasnya.

Taufiq juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan menghindari tindakan yang dapat merusak organisasi maupun melanggar aturan hukum yang berlaku.

"Hanya dengan menjaga sumpah, wasiat, dan ajaran Setia Hati, kita dapat mewujudkan persaudaraan yang abadi serta berkontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.

Sementara itu, Ketua I Bidang Teknik Pencak Silat Pengurus Pusat PSHT, Mayjen Toto Imam Santoso, memberikan wejangan khusus kepada para calon warga yang akan disahkan.

Ia menekankan tiga prinsip utama yang harus dimiliki seorang pendekar PSHT, yakni tata hati, tata pikir, dan tata laku.

"Tata hati harus dipenuhi nilai kebaikan dan ketakwaan. Tata pikir harus berorientasi pada kemaslahatan dan nilai agama,” sebutnya.

“Sedangkan tata laku harus mencerminkan perilaku seorang pendekar yang berbudi luhur dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Toto, warga PSHT harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Jangan sampai yang muncul di masyarakat adalah berita warga PSHT terlibat keributan, pelanggaran hukum, atau tindakan negatif lainnya. Sebaliknya, masyarakat harus melihat PSHT sebagai organisasi yang membantu sesama, peduli sosial, dan memberi manfaat bagi lingkungan," tutupnya.

Editor: Erwin

212 Warga Baru PSHT Kaltim Disahkan, Ketum Ingatkan Persatuan

Minggu, 21/06/2026

Prosesi pembukaan pengesahan calon warga baru PSHT yang berlangsung di GOR Segiri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait