Sabtu, 20/06/2026

Konflik Internal Berakhir, Kadispora Tekankan Prestasi dan Soliditas Organisasi Muaythai Kaltim

Sabtu, 20/06/2026

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, ingatkan tak boleh lagi ada komflik harus fokus pada prestasi pada muaythai Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Konflik Internal Berakhir, Kadispora Tekankan Prestasi dan Soliditas Organisasi Muaythai Kaltim

Sabtu, 20/06/2026

logo

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, ingatkan tak boleh lagi ada komflik harus fokus pada prestasi pada muaythai Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Meninggalkan konflik dan perbedaan yang selama ini terjadi harus dilakukan Muaythai Kaltim.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Plt Kadispora) Kaltim Rasman Rading dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Kaltim yang digelar Sabtu (20/6/2026).

"Ketika berorganisasi, yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyehatkan organisasi dan bagaimana menghasilkan prestasi, baik hari ini maupun di masa yang akan datang. Hentikan semua drama-drama yang tidak perlu dan fokus membangun organisasi," tegas Rasman.

Pergolakan yang sempat terjadi dalam kepengurusan Muaythai Kaltim harus dijadikan pelajaran berharga untuk memperkuat organisasi.

"Saya percaya setiap persoalan pasti ada hikmahnya. Jangan melihat masalah sebagai bencana, tetapi sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan membangun organisasi yang lebih baik," papar Rasman.

Tantangan olahraga ke depan tidaklah ringan. Selain menghadapi agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, Muaythai Kaltim juga harus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-27 November 2026.

Diakuinya kondisi anggaran saat ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi seluruh cabang olahraga.

"Efisiensi anggaran terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kaltim. Karena itu, semua harus realistis dan jujur dalam menyusun program serta kesiapan peserta yang akan mengikuti setiap kejuaraan," katanya.

Pengurus kabupaten/kota diminta menyampaikan data secara akurat agar tidak menimbulkan persoalan dalam penyusunan perangkat pertandingan maupun kebutuhan anggaran pelaksanaan.

"Jangan sampai laporan menyebut ada peserta dari suatu daerah, padahal daerah tersebut belum memiliki anggaran untuk mengirim atlet. Semua harus terbuka dan apa adanya," sebut Rasman.

Kepengurusan baru hasil Musorprovlub diminta segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Pembenahan organisasi harus dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta aturan yang berlaku di KONI.

"Jangan berhenti hanya pada memilih ketua dan pengurus. Yang paling penting adalah bagaimana organisasi ini bergerak dan menghasilkan prestasi. Jangan sampai keberadaan organisasi justru menjadi beban tanpa menghasilkan capaian yang nyata," tegasnya.

Rasman juga menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dalam setiap pelaksanaan kompetisi olahraga.

Jangan ada praktik-praktik yang mencederai nilai sportivitas, termasuk dugaan pengaturan perolehan medali dalam ajang olahraga daerah.

"Kalau berbicara olahraga, maka yang dikedepankan adalah sportivitas. Jangan ada lagi praktik bagi-bagi medali. Itu hanya akan membohongi diri sendiri dan merugikan pembinaan olahraga," ucap Rasman.

Keberadaan klub menjadi pondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi yang nantinya akan memperkuat Kaltim pada ajang BK PON 2027 dan PON 2028.

"Kalau belum ada klub, maka harus dibentuk. Pembinaan tidak bisa berjalan tanpa fondasi organisasi yang kuat di daerah," ujarnya.

Prestasi Muaythai Kaltim mengalami penurunan setelah sebelumnya meraih satu medali perak dan enam medali perunggu pada PON Papua 2021.

Pada PON Aceh-Sumut 2024, Muaythai Kaltim dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan yang berjalan.

"Ini menjadi alarm bagi kita semua. Harus ada pembinaan yang berkelanjutan agar prestasi Muaythai Kalimantan Timur kembali meningkat," katanya.

Rasman berharap Musorprovlub menjadi titik akhir dari seluruh konflik yang pernah terjadi dan menjadi awal kebangkitan Muaythai Kaltim.

"Mudah-mudahan setelah hari ini tidak ada lagi pergolakan maupun kepentingan pribadi dalam organisasi. Saatnya seluruh energi difokuskan untuk membangun Muaythai yang lebih baik, lebih berjaya, dan mampu mengharumkan nama Kaltim pada BK PON 2027 dan PON 2028," tutup Rasman.

Editor: Aspian Nur

Konflik Internal Berakhir, Kadispora Tekankan Prestasi dan Soliditas Organisasi Muaythai Kaltim

Sabtu, 20/06/2026

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, ingatkan tak boleh lagi ada komflik harus fokus pada prestasi pada muaythai Kaltim. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait