Sabtu, 03/06/2023

Kapal Penyeberangan Alternatif Tak Memadai, Antrean Panjang Terjadi, Penutupan Jembatan Sambaliung Berau Diwarnai Aksi Protes Masyarakat Pagi Tadi

Sabtu, 03/06/2023

Penutupan Jembatan Sambaliung Kembali Diwarnai Aksi Protes Masyarakat. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kapal Penyeberangan Alternatif Tak Memadai, Antrean Panjang Terjadi, Penutupan Jembatan Sambaliung Berau Diwarnai Aksi Protes Masyarakat Pagi Tadi

Sabtu, 03/06/2023

logo

Penutupan Jembatan Sambaliung Kembali Diwarnai Aksi Protes Masyarakat. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Terhitung mulai pukul 10.00 WITA Sabtu (3/6/2023) pagi tadi, Jembatan Sambaliung di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau resmi ditutup Pemerintah Kabupaten Berau untuk dilakukan perbaikan.

Namun niatan pemerintah setempat tak berjalan mulus. Pasalnya, penutupan jembatan itu langsung diwarnai aksi protes masyarakat. Pasalnya, terjadi penumpukan di jalur alternatif terutama kendaraan roda dua yang hendak menyeberang menggunakan kapal kayu.

Cuaca panas ditambah antrean panjang membuat warga yang hendak menyeberang tak sabar dan suara klakson pun bersahut-sahutan menimbulkan kebisingan. Mereka merasa jembatan alternatif untuk menyeberang kurang memadai dibandingkan volume kendaraan yang banyak.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau, Anang menjelaskan hal tersebut. Protes terjadi karena volume kendaraan masyarakat yang tinggi sehingga terjadi penumpukkan kendaraan yang ingin melalui Jembatan Sambaliung baik dari arah Kecamatan Sambaliung menuju Tanjung Redeb maupun sebaliknya, membuat proses buka tutup jalan jembatan harus dilakukan.

"Penutupan jembatan sudah dilakukan sejak pagi dengan proses adat penaburan tepung tawar, harapannya supaya semua proses bisa berjalan dengan lancar tapi ternyata tetap diprotes masyarakat," kata Anang kepada Korankaltim.com pagi tadi.

Padahal mekanisme penutupan sudah disiapkan diantaranya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait jalur alternatif. Namun gejolak masyarakat tetap saja tak terbendung dan terus terjadi penutupan dan pembukaan jembatan.

Satpol PP dengan petugas kontraktor pun memberikan kelonggaran sementara untuk masyarakat yang berkendara roda dua untum melintasi jembatan. "Tadi juga ada alat kontraktor sempat dipasang membentang tapi justru menimbulkan keributan antara masyarakat dan petugas," sebut Anang.

Satpol PP sudah berkoordinasi dengan kontraktor untuk memberikan kelonggaran dan sore hari nanti Jembatan Sambaliung sudah pasti ditutup.

Masyarakat terutama warga Sambaliung diimbau untuk memberikan pengertian demi kelancaran perbaikan Jembatan Sambaliung. "Kalau memang tidak berkepentingan untuk menyeberang tidak usah. Tadi juga jam pulang anak sekolah jadi serba salah," sebutnya.

Satpol PP juga sudah diminta Bupati Berau Sri Juniarsih  untuk membantu mengatur keamanan lalu lintas masyarakat dibantu Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Satpol PP menunggu petunjuk selanjutnya apa yang harus dilakukan karena diperkirakan sore ini atau malam nanti Jembatan Sambaliung sudah ditutup. "Personel dikerahkan sebanyak mungkin, lebih dari 30 orang.” tutup Anang.


Editor: Aspian Nur

Kapal Penyeberangan Alternatif Tak Memadai, Antrean Panjang Terjadi, Penutupan Jembatan Sambaliung Berau Diwarnai Aksi Protes Masyarakat Pagi Tadi

Sabtu, 03/06/2023

Penutupan Jembatan Sambaliung Kembali Diwarnai Aksi Protes Masyarakat. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait