Minggu, 22/02/2026
Minggu, 22/02/2026
Rekaman layar sesar di Kalimantan. (Foto: Istimewa)
Minggu, 22/02/2026

Rekaman layar sesar di Kalimantan. (Foto: Istimewa)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang dirilis Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) mencatat penambahan signifikan jumlah sesar aktif secara nasional. Total segmen sesar meningkat dari 273 pada rilis 2017 menjadi 401 segmen pada 2024.
Dalam pembaruan tersebut, wilayah Kalimantan juga mengalami penambahan jumlah sesar aktif yang teridentifikasi. Peta ini kemudian beredar luas di media sosial, meski sumber datanya berasal dari kajian resmi PuSGeN.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, meng amini adanya peningkatan jumlah sesar secara nasional. Namun, ia menekankan bahwa untuk wilayah Kalimantan, interpretasi tingkat lokal masih memerlukan penguatan data monitoring instrumental.
“Peningkatan jumlah sesar aktif secara nasional memang meningkat, tetapi untuk Kalimantan belum ter-update dengan baik,” ujarnya, kepada Korankaltim, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring gempa yang direkam Stasiun Geofisika Balikpapan, tidak semua segmen sesar yang tergambar menunjukkan riwayat kejadian gempa yang terekam instrumen.
“Kami masih mempertanyakan dasar penarikan patahan tersebut, apakah dari data geologi atau data InSAR. Dari rekaman gempa yang kami monitoring, ada beberapa yang sejarahnya tidak terekam kejadian gempa, tetapi di gambar ada sesar,” jelasnya.
Adapun Daftar Sesar dan Potensi Magnitudo Berdasarkan Peta PuSGeN 2024 dari sejumlah segmen sesar di Kalimantan yang tercantum yakni sesar Kayan – Potensi M 6,8 dan M 7,1 (geser ±0,1 mm/tahun), Tarakan North – M 7,4 (geser ±1 mm/tahun), Tarakan South – M 6,5 (geser ±0,3 mm/tahun), dan Tanjung Selor – M 7,1 (naik ±1 mm/tahun) untuk Wilayah Kalimantan Utara dan Sekitar.
Kemudian Mangkalihat North – M 7,1 (naik ±0,5 mm/tahun), Mangkalihat South – M 7,0 (geser ±0,5 mm/tahun), Maratua – M 7,5 (geser ±1 mm/tahun), Sangkulirang – M 7,5 (geser ±0,5 mm/tahun), Tanimbaya North – M 7,4 (geser ±40 mm/tahun), Tanimbaya South – M 7,3 (geser ±40 mm/tahun), Loa Haur–Sepinggan – M 7,4 (naik ±1 mm/tahun), dan sesar Meratus – M 7,1 (naik ±0,2 mm/tahun) untuk di Kaltim. Angka magnitudo tersebut merupakan estimasi potensi maksimum berdasarkan kajian sumber gempa, bukan prediksi kejadian dalam waktu dekat.
Editor: Erwin
Minggu, 22/02/2026
Rekaman layar sesar di Kalimantan. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER