Sabtu, 27/09/2025

IKN Perkuat Pondasi Smart City Lewat Pemberdayaan Digital Ibu dan Difabel

Sabtu, 27/09/2025

Pelatihan Coding Mama dan Difabel Batch V yang resmi dibuka di Kantor Otorita IKN, Jumat (26/9/2025).(ist)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

IKN Perkuat Pondasi Smart City Lewat Pemberdayaan Digital Ibu dan Difabel

Sabtu, 27/09/2025

logo

Pelatihan Coding Mama dan Difabel Batch V yang resmi dibuka di Kantor Otorita IKN, Jumat (26/9/2025).(ist)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN– Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya ditandai dengan hadirnya infrastruktur fisik, tetapi juga menyasar penguatan sumber daya manusia. 

Satu diantaranya  adalah pelatihan Coding Mama dan Difabel Batch V yang berlabsung di Kantor Otorita IKN, Jumat (26/9/2025) kemarin. Program ini menjadi bagian dari strategi Otorita IKN menyiapkan masyarakat agar melek teknologi, sekaligus memperkuat peran kelompok ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas dalam ekosistem digital. Materi yang diberikan mencakup penggunaan Microsoft 365, desain grafis, pengembangan situs web, hingga teknik presentasi.

Melalui siaran pers tertulis yang diterima Korankaltim.con Sabtu (27/9/2025) hari ini,

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Agung Indrajit menegaskan program yang telah berjalan sejak 2022 itu merupakan langkah nyata mendukung visi IKN sebagai smart city.

 “Kami percaya literasi digital sudah menjadi kebutuhan mendasar. Untuk mewujudkan IKN sebagai kota pintar, masyarakat juga harus mampu mendayagunakan teknologi digital. Sejak Batch 1, sekitar 120 orang sudah ikut serta, dan respons masyarakat selalu positif,” ujar Agung.

Antusiasme masyarakat terlihat dari lebih seratus pendaftar pada Batch V, dengan 45 peserta terpilih dari lima kecamatan. Samboja, Samboja Barat, Loa Janan, Muara Jawa, dan Sepaku. Rentang usia peserta 18–45 tahun menunjukkan semangat inklusivitas program ini.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung 10 minggu dengan 12 kali pertemuan. Sistem pembelajaran menggunakan Learning Management System Edutara, dengan pendampingan mentor dari Otorita IKN dan Universitas Mulawarman.


Dampak program ini sudah terbukti. Salah satunya dirasakan Sri Widyawati, alumni Batch II dari Desa Tengin Baru, Sepaku. Setelah mengikuti pelatihan, ia kini membuka kelas desain grafis dan pengembangan web bagi remaja desanya.

“Program ini benar-benar membuka peluang baru, bukan hanya untuk saya, tapi juga bagi generasi muda di desa kami,” tandasnya.

Melalui Coding Mama dan Difabel, Otorita IKN ingin memastikan masyarakat sekitar memiliki kesempatan tumbuh bersama pembangunan, sehingga IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga kota modern, inklusif, dan berkelanjutan.  (*)

IKN Perkuat Pondasi Smart City Lewat Pemberdayaan Digital Ibu dan Difabel

Sabtu, 27/09/2025

Pelatihan Coding Mama dan Difabel Batch V yang resmi dibuka di Kantor Otorita IKN, Jumat (26/9/2025).(ist)

Share

Berita Terkait