Jumat, 08/04/2022
Jumat, 08/04/2022
Kepala DPU Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli (Laeko-KoranKaltim)
Jumat, 08/04/2022

Kepala DPU Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli (Laeko-KoranKaltim)
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Dalam menanggulangi banjir di Kota Balikpapan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan memastikan untuk saat ini masih terfokus pada penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Kepala DPU Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli mengatakan, untuk DAS Ampal sendiri Pemkot Balikpapan sudah menginformasikan ke Pemprov Kaltim rencana proyek multiyears Pemkot Balikpapan.
"Jadi kita fokus di DAS Ampal dalam penanganannya," ujarnya kepada KoranKaltim.Com Jumat (8/4/2022).
Ditanya mengenai proses pengerjaanya di tahun ini, Yusri katakan, saat ini untuk lelang konsultannya sudah berjalan, dan tinggal melakukan lelang pengerjaan fisiknya di tahun ini.
"Untuk anggaran pengerjaan fisiknya itu Rp143 miliar. Itu untuk pengerjaan fisik di beberapa titik di DAS Ampal yang meliputi. Seputaran Balikpapan Baru, di seputaran Inhutani, depan Global Sport, dan aliran air yang ada di perumahan Wika," tambahnya.
Sementara untuk pengerjaan di tahun depan sudah masuk program asistensi. Yang jelas di tahun depan juga masih terfokus dalam penanganan masalah banjir di Balikpapan.
Dalam pengerjaan proyek multiyears ini ditargetkan pengerjaanya selama 3 tahun di perubahan 2021,2022 dan 2023.
Oleh karenanya dengan penanganan dan pengerjaan di tahun 2022 ini. Ketika masuk di tahun 2023 masalah genangan air di DAS Ampal diharapkan mulai berkurang.
"Karena penanganan yang lebih besar juga masih perlu dilakukan di sana (DAS Ampal). Dan untuk proyek multiyears ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Balikpapan," jelasnya.
Mengenai titik banjir di kota Balikpapan, dirinya belum dapat merincikan secara detail. Akan tetapi DPU sendiri terus berupaya agar titik banjir di Balikpapan setiap tahunnya mengalami penurunan.
Kemudian DPU juga ada target-target tahunan yang pihaknya upayakan dan capai dalam rangka penanganan dan penurunan titik banjir.
Meskipun saat ini pihaknya juga dihadapkan pada tantangan genangan-genangan yang ada di beberapa titik ini tidak semata-mata karena persoalan daya tampungnya saja.
" Tapi ada kaitan kaitannya dengan kondisi di hulu kita, yang saat ini barangkali ada bukaan baru oleh pengembang-pengembang atau aktivitas masyarakat yang tidak menjaga lingkungan. Seperti aktivitas membuang sampah sembarangan. Tapi kami berharap titik banjir ini bisa turun," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah
Jumat, 08/04/2022
Kepala DPU Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli (Laeko-KoranKaltim)
TERPOPULER