Jumat, 25/12/2020
Jumat, 25/12/2020
Pemaparan master plan proyek strategis nasional BCIP di Kawasan Kecamatan Bengalon (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
Jumat, 25/12/2020

Pemaparan master plan proyek strategis nasional BCIP di Kawasan Kecamatan Bengalon (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pabrik industri kimia, Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) akan berdiri di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim). BCIP merupakan industri hilir batu bara pertama di Asia Tenggara yang dicanangkan akan beroperasi pada 2022 mendatang.
Hal tersebut diperkuat setelah Plt Bupati Kutim, Kasmidi Bulang melakukan peninjauan lokasi di kawasan Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut. Direktur Operasional PT BCIP, Andika Nusantara menjelaskan mengenai rencana pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi methanol (Coal to Methanol /CTM) berlokasi di Desa Sekerat Kecamatsn Bengalon.
"Memang yang menjadi dasar yang harus diperhatikan terkait penataan kawasan pembangunan pabrik CTM atau Coal to Methanol. Sehingga ada penataan lahan tahap awal seperti material tumbuhan akan diangkat dan diganti dengan lapisan-lapisan material tertentu," sebutnya saat dikonfirmasi, Jumat (25/12/2020).
Hal tersebut untuk memperkuat kekokohan medan tanahnya. Kemudian penyerahan pihaknya ke pihak biodiesel, diperkirakan akhir Januari 2021 mendatang. Sehingga biodiesel akan mulai pembangunannya satu tahun kedepan, sampai dengan tahun 2022 dan akan melakukan proses produksi.
Untuk diketahui, rencana idustri CTM adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan melibatkan Investor besar seperti PT Bakrie Capital Indonesia, PT Ithaca Resources dan Perusahaan gas asal Amerika Serikat, Air Products and chemical inc. Gubernur Kaltim Isran Noor juga telah mendatanagi persetujuan proyek ini pada 14 juni 2020 lalu.
Bahkan PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources sebagai pemasok bahan baku batu bara serta berkomitmen untuk mengambil produki untuk dipasarkan di Indonesia. Konsorsium ini sudah tertuang didalam definitif kontrak jangka panjang . Batu bara akan dipasok dari tambang milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Ithaca Resources, selanjutnya batu bara diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksi menjadi Metanol.
Proyek pabrik Methanol dari batu bara merupakan upaya peningkatan kapasitas industri methanol nasional yang kebutuhanya terus meningkat diharapkan bisa mengurangi import dari luar negri. Bahan baku methanol sangat dibutuhkan dalam industri textil, plastik, farmasi, insektisida dan resin sintetis. Lebih ajuah ia mengatakan bahwa industri CTM diperkirakan beroperasi tahun 2024 setelah melewati berbagai tahapan.
Bahkan keberadaan pabrik ini nantinya berpotensi menyerap tenaga kerja (naker) lokal kurang lebih sekitar seribu orang. “Tentu ini akan peluang baik bagi tenaga kerja. Kawasan industri BCIP akan berdiri di Kutim pertama di Asia Tenggara. Kutim termasuk daerah yang beruntung karena bisa mengambil peluang ini," tandasnya.[]
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi
Jumat, 25/12/2020
Pemaparan master plan proyek strategis nasional BCIP di Kawasan Kecamatan Bengalon (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
TERPOPULER