Selasa, 30/06/2026
Selasa, 30/06/2026
Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, saat diwawancarai oleh awak media. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Selasa, 30/06/2026

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, saat diwawancarai oleh awak media. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyebutkan pergantian kepengurusan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) bagian dari proses dinamika organisasi yang harus mampu melahirkan program pembinaan yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.
“Ini merupakan bagian dari proses dinamis sebuah organisasi untuk terus berkembang dan menghasilkan prestasi yang lebih baik,” ujarnya belum lama ini.
Ia juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, ABTI dinilai berhasil menyumbangkan satu medali emas pada PON XX/2021 di Papua serta medali perak di PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kontribusi cabang olahraga terhadap target besar Pemprov Kaltim pada PON 2028. Diakuinya, Pemprov tetap berkomitmen mewujudkan target masuk tiga besar pada PON mendatang sebagaimana arahan gubernur.
Meski target tersebut dinilai tidak mudah, ia optimistis seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat menerjemahkan visi tersebut melalui pembinaan atlet yang lebih terukur.
“Banyak yang meragukan target tiga besar, tetapi itulah harapan Gubernur Kaltim. Tugas kita adalah menerjemahkan harapan tersebut menjadi program nyata,” terangnya.
Rasman berharap kepengurusan baru ABTI mampu menjadi bagian dari upaya peningkatan prestasi olahraga daerah.
Kritik terhadap organisasi olahraga juga dianggap harus dipandang sebagai masukan konstruktif, untuk memperbaiki sistem pembinaan menuju Babak Kualifikasi (BK) hingga PON 2028.
“Kritik adalah vitamin bagi organisasi olahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Ia mengakui waktu menuju PON 2028 relatif singkat, sehingga pembinaan atlet harus dilakukan secara lebih efektif.
Dirinya juga menilai, pembinaan usia dini tetap menjadi prioritas, meskipun hasilnya mungkin belum maksimal untuk PON 2028 karena waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar dua tahun.
“Kita manfaatkan atlet yang sudah ada dengan pembinaan yang maksimal, sambil tetap menyiapkan regenerasi untuk jangka panjang,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 30/06/2026
Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, saat diwawancarai oleh awak media. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER