Jumat, 07/08/2026
Jumat, 07/08/2026
Mitchell Lee Baker, penyerang timnas Indonesia yang diwaspadai Singapura pada pertandingan malam nanti. (Foto: Affweb)
Jumat, 07/08/2026

Mitchell Lee Baker, penyerang timnas Indonesia yang diwaspadai Singapura pada pertandingan malam nanti. (Foto: Affweb)
KORANKALTIM.COM - Asa terakhir Indonesia untuk bertahan di ajang ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 tiba pada Jumat (7/8/2026) malam nanti dari fase Grup A.
Di Stadion Jalan Besar, Singapura pukul 21.00 WITA, tuan rumah jadi lawan yang harus dihadapi dan hanya ada satu kata, menang!.
Ya, tak ada pilihan lain bagi skuat Garuda kalau ingin memenuhi ambisi sekaligus target juara pada turnamen ini yaitu menang dengan selisih berapa gol pun, menghindari hasil imbang apalagi sampai kalah.
Berada diposisi ketiga dengan 6 poin sementara Singapura dan Vietnam diposisi kedua dan ketiga meraih 7 angka, hanya poin maksimal yang bisa menyelamatkan nasib anak asuh John Herdman pada pertandingan ini.
Gelandang sekaligus pemain senior Indonesia Marc Klok menyerukan kebangkitan melawan Singapura.
"Kami datang ke Singapura dengan misi yang sangat jelas. Kami mengawali turnamen ini dengan penuh keyakinan, tapi beberapa hari lalu kami mendapat pukulan, tetapi itu adalah bagian dari kehidupan, bagian dari sepak bola,” ujar Klok.
Cara terbaik untuk menebusnya menurut Klok adalah dengan bangkit memenangkan laga melawan Singapura. Tak peduli sesulit apa pun itu, Indonesia wajib menang.
“Menurut saya, cara terbaik untuk menunjukkan identitas sebuah tim adalah mampu bangkit ketika menghadapi masa-masa sulit,” tegasnya.
Klok yakin Indonesia bisa melalui kesulitan ini untuk melaju ke semifinal Piala AFF, tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Para penggawa Garuda harus berjuang demi harapan jutaan rakyat Indonesia yang menginginkan Merah-Putih berjaya di level Asia Tenggara.
“Saya yakin dengan tim ini. Nanti, siapa pun yang turun ke lapangan akan memberikan segalanya untuk kami, baik sebagai kelompok pemain maupun staf pelatih,” papar Klok.
“Namun, ada lebih dari 280 juta rakyat Indonesia yang berada di belakang kami. Itulah yang pantas mereka dapatkan, dan itulah yang juga pantas kami berikan. Karena itu, kami tunjukkan,” ucapnya.
Sementara John Herdman mengingatkan kalau Singapura akan menghadapi tim yang terluka dan sangat lapar. "Mereka akan menghadapi tim Indonesia yang sedang terluka dan sangat lapar untuk bangkit," ujar Herdman.
Menurut Herdman laga nanti menjadi ajang pembuktian diri untuk skuadnya.
"Seperti yang saya katakan, ini adalah tim yang sedang terluka dan memiliki sesuatu yang harus dibuktikan. Pertama-tama bukan kepada siapa pun, melainkan kepada diri kami sendiri. Setelah itu barulah kami membuktikannya kepada semua orang," kata juru taktik asal Inggris itu.
Herdman menyebut Singapura adalah tim yang kerap memamerkan kombinasi dengan melibatkan tiga pemain.
"Kami tahu persis apa tujuan kami. Tidak ada ruang untuk main-main. Kami tahu apa yang sedang kami perjuangkan," kata Herdman.
Sementara pelatih Singapura Gavin Lee memastikan bakal bikin striker Indonesia Mitchell Baker tidak berkutik dipertandingan nanti. Gavin Lee menyadari Mitchell Baker bisa jadi ancaman serius bagi Singapura jika lini belakang mereka lengah.
"Mitchell jelas memiliki profil permainan yang berbeda, namun keuntungan bagi kami adalah kami sempat menghadapi lawan dari Jepang yang memiliki postur tubuh besar selama pemusatan latihan praturnamen, jadi itu menjadi latihan yang bagus," ujar Gavin Lee.
"Tapi Ini bukan soal bertahan menghadapi satu pemain, melainkan soal bertahan menghadapi tim lawan. Jadi bagi kami, kuncinya adalah bagaimana kami menetralisir upaya mereka untuk mengalirkan bola kepadanya," ucap Gavin Lee.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 07/08/2026
Mitchell Lee Baker, penyerang timnas Indonesia yang diwaspadai Singapura pada pertandingan malam nanti. (Foto: Affweb)
TERPOPULER