Kamis, 06/08/2026
Kamis, 06/08/2026
Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Kamis, 06/08/2026

Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu), Devung Paran, menyatakan dukungannya terhadap proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pembangunan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang.
Namun, ia mengingatkan agar realisasi pembangunan fisik tetap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat.
Menurut Devung, dari sisi kajian lingkungan, penyusunan AMDAL merupakan tahapan yang penting dan patut didukung. Terlebih, pengembangan sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Mahulu di masa mendatang.
”Kalau memang terkait AMDAL untuk Sentra Pariwisata Batoq Tenevang, saya sangat mendukung. Apalagi saya dari Komisi II, tentu kami mendukung program-program yang berkaitan dengan pariwisata karena ke depan bisa menjadi salah satu sumber PAD Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, ia menilai pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam memutuskan pembangunan fisik proyek tersebut. Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah mengharuskan pemerintah menetapkan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Devung mencontohkan rencana pembangunan alun-alun di Kampung Ujoh Bilang dan kawasan perkantoran. Ia berpendapat pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat seharusnya lebih diprioritaskan.
”Saya rasa masyarakat belum membutuhkan itu. Masih banyak kebutuhan yang lebih prioritas, terutama pembangunan jalan dan jembatan yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dibandingkan membangun alun-alun,” katanya.
Ia juga mengaku belum sepenuhnya sepakat apabila pembangunan fisik Sentra Pariwisata Batoq Tenevang segera direalisasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap program pembangunan telah disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
”Terkait AMDAL saya setuju, tetapi untuk pembangunan fisiknya ke depan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Apa yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat harus benar-benar menjadi pertimbangan dalam pengalokasian anggaran,” tegasnya.
Selain jalan dan jembatan, Devung menilai penyediaan air bersih melalui pembangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menegaskan akses air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat yang hingga kini masih belum terpenuhi secara optimal di Mahulu.
”Kalau menurut saya, PDAM juga harus menjadi prioritas. Kebutuhan utama manusia adalah air. Dengan usia Kabupaten Mahakam Ulu yang sudah 12 tahun, kita masih belum memiliki layanan PDAM yang memadai. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan anggaran pembangunan ke depan,” pungkasnya.
Devung menegaskan, pada prinsipnya DPRD Mahulu mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata. Namun, ia mengingatkan agar seluruh rencana pembangunan tetap mengacu pada skala prioritas serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
”Pada prinsipnya kami mendukung semua kegiatan maupun pembangunan di daerah ini. Tetapi kita harus melihat sisi prioritasnya, mana yang lebih dibutuhkan masyarakat saat ini. Itu yang harus menjadi pertimbangan bersama,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 06/08/2026
Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER