Rabu, 05/08/2026
Rabu, 05/08/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas selaku Bunda PAUD Kabupaten Berau berinteraksi dengan anak-anak usai membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026 di UPT SPNF SKB Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Rabu, 05/08/2026

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas selaku Bunda PAUD Kabupaten Berau berinteraksi dengan anak-anak usai membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026 di UPT SPNF SKB Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Jauh sebelum pemerintah pusat menerapkan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah lebih dulu membangun fondasi pendidikan anak usia dini melalui Program Satu Kampung Satu PAUD.
Program yang menjangkau seluruh kampung itu kini menjadi kekuatan utama Berau dalam menyukseskan kewajiban satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki Sekolah Dasar.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026 di UPT SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih mengatakan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar menambah jenjang pendidikan, tetapi memastikan setiap anak memperoleh bekal yang memadai sebelum memasuki pendidikan dasar.
Pendidikan prasekolah dinilai mampu meningkatkan kemampuan sosial, emosional, bahasa, hingga kognitif anak sehingga lebih siap mengikuti proses belajar di sekolah. Kesiapan tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh anak usia 4 hingga 6 tahun memiliki akses terhadap layanan PAUD yang berkualitas.
“Pelus adanya edukasi ke masyarakat agar seluruh anak usia 4 sampai 6 tahun memperoleh akses layanan PAUD yang berkualitas,” ujarnya.
Sebagai Bunda Paud Kabupaten Berau, komitmen itu telah diwujudkan melalui Program Satu Kampung Satu PAUD. Hingga kini, Kabupaten Berau memiliki 236 satuan PAUD yang tersebar di 13 kecamatan dan melayani lebih dari 8.800 anak usia dini.
Capaian tersebut dinilai bukan sekadar keberhasilan menghadirkan lembaga pendidikan di setiap kampung, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Berau sejak usia emas.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar memperluas akses layanan, melainkan meningkatkan mutu pendidikan. Kualitas tenaga pendidik, metode pembelajaran, sarana pendukung, hingga keterlibatan orang tua harus terus diperkuat agar PAUD benar-benar mampu menghasilkan generasi yang siap belajar.
Tak hanya itu, ia menegaskan PAUD menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Melalui layanan yang terintegrasi, anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi gizi bagi keluarga.
Selain itu, PAUD menjadi jembatan penting untuk menciptakan transisi yang menyenangkan menuju Sekolah Dasar sehingga anak memasuki jenjang berikutnya dengan rasa percaya diri, kesiapan belajar, dan semangat yang tinggi.
Karena itu, ia meminta seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kampung menjalankan peran secara nyata dan tidak berhenti pada simbol jabatan.
“Saya tidak ingin Bunda PAUD hanya ada dalam selempang saja, tetapi harus lebih gesit memastikan pendidikan dan gizi anak-anak terpenuhi,” tegasnya.
Sri Juniarsih juga menginstruksikan Dinas Pendidikan, OPD terkait, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD di Bumi Batiwakkal. Menjelang Apresiasi Bunda PAUD Nasional Tahun 2027, seluruh jajaran Bunda PAUD juga diminta menyiapkan program unggulan dan mendokumentasikan praktik baik melalui Aplikasi PIJAR BUNDA PAUD agar inovasi Berau semakin dikenal di tingkat nasional.
“Saya yakin, dengan kebersamaan dan kerja nyata, Generasi Emas Berau akan kita wujudkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 05/08/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas selaku Bunda PAUD Kabupaten Berau berinteraksi dengan anak-anak usai membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026 di UPT SPNF SKB Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026). (Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER