Minggu, 12/07/2026
Minggu, 12/07/2026
Karhutla yang terjadi di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran beberapa hari lalu. (Foto: Dok.BPBD kota Samarinda)
Minggu, 12/07/2026

Karhutla yang terjadi di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran beberapa hari lalu. (Foto: Dok.BPBD kota Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.
Upaya pencegahan dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas instansi serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan perubahan cuaca dari musim hujan menuju kemarau mulai terasa sejak akhir Juni.
Menurutnya, meski hujan masih turun di beberapa wilayah, intensitas cuaca panas diperkirakan akan semakin mendominasi pada Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut juga dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Di awal Juli sampai Agustus diprediksi menjadi puncak panas. Dari Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah mengingatkan adanya bahaya El Nino yang bisa berdampak pada kebakaran, termasuk di TPA yang perlu diwaspadai,” ujar Suwarso, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, BPBD telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, di antaranya Kecamatan Sambutan, Sungai Kunjang, dan Palaran. Kawasan tersebut menjadi prioritas pemantauan selama musim kemarau agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengoptimalkan peran Kelurahan Tangguh Bencana serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Manggala Agni. Seluruh unsur penanganan telah disiapkan agar dapat bergerak cepat ketika muncul laporan kebakaran.
“Kami mengoptimalkan peran Kelurahan Tangguh Bencana sebagai garda terdepan penanganan awal. Koordinasi juga terus diperkuat bersama Disdamkarmat dan Manggala Agni agar setiap kejadian kebakaran bisa ditangani dengan cepat dan terpadu,” jelasnya.
Selain kesiapan personel, BPBD terus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Suwarso mengingatkan, kebiasaan tersebut pernah menimbulkan korban jiwa di kawasan Sambutan akibat terjebak asap saat melakukan pembakaran lahan.
“Kalau imbauan, kami tidak bosan menyampaikan agar masyarakat tidak membakar sampah di lahan maupun TPS, dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
BPBD berharap kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla selama puncak musim kemarau di Kota Samarinda.
Editor: Erwin
Minggu, 12/07/2026
Karhutla yang terjadi di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran beberapa hari lalu. (Foto: Dok.BPBD kota Samarinda)
TERPOPULER