Minggu, 12/07/2026

Jonok Bekesah di Jam Bentong Jadi Ruang Kolaborasi Seni, Budaya dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 12/07/2026

Keseruan Jonok Bekesah di Jam Bentong oleh Dispar Kukar. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jonok Bekesah di Jam Bentong Jadi Ruang Kolaborasi Seni, Budaya dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 12/07/2026

logo

Keseruan Jonok Bekesah di Jam Bentong oleh Dispar Kukar. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Semangat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mewarnai kegiatan “Jonok Bekesah di Jam Bentong: Adaptif, Kreatif dan Kolaboratif” yang digelar di kawasan Jam Bentong, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (11/7/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Awang Agus Darmawan, Anggota DPRD Kukar Akbar Ahmad Haka Saputra, jajaran Dispar Kukar serta perwakilan komunitas ekonomi kreatif.

Selain menyuguhkan beragam pertunjukan seni, musik, budaya, dan pembacaan puisi, kegiatan itu juga menghadirkan sesi diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, pelaku ekonomi kreatif yang membahas penguatan sinergi dalam mendorong kemajuan pariwisata, seni, budaya dan UMKM.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan, menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator dalam menyediakan ruang-ruang publik bagi komunitas untuk berkreasi.

“Keberadaan ruang kreatif menjadi modal penting agar berbagai kegiatan seni dan ekonomi kreatif dapat terus berkembang sekaligus mendukung kemajuan UMKM di Kukar,” kata Awang Ivan.

Ia juga mengapresiasi antusiasme berbagai komunitas yang turut memeriahkan kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, menjelaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan penciptaan nilai tambah yang lahir dari perpaduan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi yang telah diwujudkan melalui pengembangan kawasan Simpang Odah Etam (SOE) sebagai hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kukar bersama komunitas kreatif.

“Pola kolaborasi semacam itu akan terus diperluas, tidak hanya di Tenggarong, tetapi juga di Kota Bangun hingga kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya pemerataan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kukar,” jelas Awang Agus.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kukar, Akbar Ahmad Haka Saputra, menilai kolaborasi ideal adalah kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. 

Sebagai pelaku seni, ia mengaku komunitas tetap bergerak dan berkarya meskipun tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab dalam menciptakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat agar roda perekonomian terus berputar. 

DPRD, lanjutnya, siap mengawal berbagai kebijakan sekaligus menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat apabila menemukan persoalan di lapangan.

“Kami tekankan bahwa pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan seniman dan pelaku UMKM. Pelestarian seni tradisional membutuhkan dukungan yang memadai karena menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Kutai Kartanegara,” jelas Akbar.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, menyampaikan kolaborasi tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia menilai keberhasilan kolaborasi ditentukan oleh komunikasi yang terbuka, kesediaan duduk bersama, serta komitmen mencari solusi secara kolektif.

Menurutnya, kegiatan Jonok Bekesah menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Melalui perpaduan seni pertunjukan, budaya lokal, diskusi publik, dan partisipasi berbagai komunitas, Jonok Bekesah di Jam Bentong tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang dialog yang memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kutai Kartanegara yang semakin kreatif, adaptif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Editor: Erwin

Jonok Bekesah di Jam Bentong Jadi Ruang Kolaborasi Seni, Budaya dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 12/07/2026

Keseruan Jonok Bekesah di Jam Bentong oleh Dispar Kukar. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait