Senin, 29/06/2026
Senin, 29/06/2026
Kondisi Terowongan Samarinda pada Mei 2026. Pemkot Samarinda tengah menyelesaikan proses pengujian teknis dan perizinan, dengan target penerbitan SLF pada September 2026 sebelum terowongan resmi dibuka untuk masyarakat. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Senin, 29/06/2026

Kondisi Terowongan Samarinda pada Mei 2026. Pemkot Samarinda tengah menyelesaikan proses pengujian teknis dan perizinan, dengan target penerbitan SLF pada September 2026 sebelum terowongan resmi dibuka untuk masyarakat. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Setelah pekerjaan konstruksi terlihat rampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini memfokuskan penyelesaian tahapan akhir berupa pengujian dan perizinan Terowongan Samarinda.
Seluruh proses tersebut menjadi syarat sebelum fasilitas penghubung Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap resmi beroperasi untuk masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan mengatakan, seluruh dokumen utama telah disiapkan. Saat ini, pihaknya tinggal melengkapi sejumlah perhitungan teknis serta simulasi yang diminta oleh Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK).
“Per hari ini kami sudah submit. Ada beberapa perhitungan dan simulasi yang diminta BKJTK, itu sudah kami unggah,” kata Rezky, Senin (29/6/2026).
Selain melengkapi berkas, Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan proposal pengujian. Dalam waktu dekat, tahapan observasi akan dilaksanakan bersamaan dengan pembahasan draf tersebut sebelum memasuki proses pengujian teknis.
Langkah ini akan dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Penunjukan tim ahli telah difinalisasi, sementara seluruh rancangan pemeriksaan telah rampung disusun.
“Sekarang tinggal melengkapi beberapa perhitungan dan rekayasa teknis yang diminta BKJTK,” terangnya.
Proses evaluasi dari BKJTK sejatinya berlangsung cepat. Namun, jadwal penyelesaian sangat bergantung pada hasil pembahasan bersama tim ahli yang sewaktu-waktu dapat meminta tambahan data maupun perhitungan teknis.
“Ketika ada permintaan perhitungan tertentu, langsung kami lengkapi,” imbuhnya.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembahasan proposal dapat dilakukan dalam waktu dekat, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.
Hasil uji coba selanjutnya akan diolah oleh tim UGM sebelum dijadikan dasar penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
“Kalau target kami, masih di September. Setelah pengujian nanti, tim UGM membutuhkan sekitar dua sampai tiga minggu untuk mengolah hasilnya,” terangnya.
Hingga saat ini, fokus pengujian masih berada pada aspek struktur terowongan. Sementara itu, kelengkapan fasilitas penunjang seperti sistem pencahayaan dan perangkat lainnya telah dipersiapkan apabila nantinya menjadi bagian dari evaluasi lanjutan.
“Kalau nanti ada pembahasan terkait aksesori atau perlengkapan, semuanya sudah kami siapkan di lapangan. Tinggal disesuaikan dengan standar yang diminta tim penguji,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Senin, 29/06/2026
Kondisi Terowongan Samarinda pada Mei 2026. Pemkot Samarinda tengah menyelesaikan proses pengujian teknis dan perizinan, dengan target penerbitan SLF pada September 2026 sebelum terowongan resmi dibuka untuk masyarakat. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
TERPOPULER