Selasa, 04/08/2026
Selasa, 04/08/2026
Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, saat membuka kegiatan KIARA yang diinisiasi Tanoto Foundation bekerja sama dengan Dispustakar Kota Balikpapan Selasa (4/8/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
Selasa, 04/08/2026

Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, saat membuka kegiatan KIARA yang diinisiasi Tanoto Foundation bekerja sama dengan Dispustakar Kota Balikpapan Selasa (4/8/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas'ud mengajak semua orangtua untuk memperkuat pendampingan terhadap anak ditengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, perlindungan anak saat ini tidak hanya dilakukan di lingkungan luar rumah tetapi juga harus mencakup aktivitas mereka di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Nurlena saat membuka kegiatan Kelas Inspirasi Antar Penggerak (KIARA) yang diinisiasi Tanoto Foundation bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Balikpapan di Aula Dispustakar Kota Balikpapan Selasa (4/8/2026).
Nurlena menegaskan kemajuan teknologi menghadirkan berbagai manfaat sekaligus tantangan baru bagi keluarga. Karena itu, orang tua dituntut lebih aktif mengetahui konten yang diakses anak serta interaksi mereka di dunia maya.
"Kalau dulu orangtua merasa anak aman saat berada di dalam kamar, sekarang justru kita harus tahu apa yang mereka lihat, apa yang mereka konsumsi di media digital, dan dengan siapa mereka berkomunikasi. Ancamannya sudah masuk ke dalam rumah melalui teknologi," kata Nurlena.
Pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital bukan dimaksudkan untuk membatasi kebebasan anak, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung di lingkungan yang aman.
Perlindungan anak juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Membangun generasi berkualitas tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi keluarga, sekolah, dunia usaha, media, organisasi masyarakat hingga komunitas.
Gerakan perlindungan anak harus dimulai melalui keteladanan. Dengan memberikan contoh nyata, masyarakat akan lebih mudah terlibat dalam upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak.
"Kalau hanya memberi perintah atau sekadar berbicara, tidak akan ada yang mengikuti. Tetapi kalau kita ikut bergerak bersama, masyarakat pasti akan ikut. Itulah yang harus dibangun," sebutnya.
Nurlena mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali nilai gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan anak-anak. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi mengurangi kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.
"Anak-anak kita harus lebih peka terhadap lingkungan. Jangan sampai terlalu asyik dengan gawai sehingga tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka. Nilai gotong royong dan kepedulian harus terus kita hidupkan kembali," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 04/08/2026
Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, saat membuka kegiatan KIARA yang diinisiasi Tanoto Foundation bekerja sama dengan Dispustakar Kota Balikpapan Selasa (4/8/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
TERPOPULER