Rabu, 29/07/2026
Rabu, 29/07/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Rabu, 29/07/2026

Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpaksa menunda sejumlah proyek pembangunan fisik sekolah akibat keterbatasan keuangan pemerintah daerah.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengakui kondisi fiskal yang memburuk memaksa pemerintah melakukan penyesuaian besar terhadap program infrastruktur. Anggaran yang tersedia kini difokuskan pada kebutuhan paling mendesak.
“Kondisi kita memang sedang defisit, anggaran ini kita fokuskan ke sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan perbaikan,” ujar Heriansyah dengan nada getir, Rabu (29/7/2026).
Akibat keterbatasan anggaran, Disdikbud Kukar kini harus sangat selektif. Proyek fisik skala besar dipastikan mandek, kecuali bagi fasilitas yang mengalami kondisi darurat, salah satunya penanganan SDN 002 Loa Janan.
Sekolah ini akan ditangani menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) karena kondisinya yang hancur pasca-musibah kebakaran beberapa waktu lalu.
Sementara, nasib sekolah lainnya yang rusak kini belum dapat perbaikan. Sejumlah usulan perbaikan infrastruktur, termasuk sekolah di Kecamatan Loa Kulu, harus menunggu antrean panjang dan menggantungkan nasib pada kepastian dana di APBD Perubahan 2026.
“Perbaikan itu sudah kami masukkan ke dalam usulan APBD Perubahan. Tetapi kemampuan anggaran kita untuk pembangunan fisik saat ini sangat terbatas,” ujarnya.
Krisis diperparah dengan fakta saat ini, Disdikbud Kukar belum menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk kegiatan pembangunan fisik. Dampaknya, pembangunan infrastruktur belum dapat berjalan.
Menyiasati situasi kritis ini, Disdikbud Kukar memilih memutar otak guna menyelamatkan operasional harian sekolah. Pemerintah daerah memutuskan untuk mengorbankan pembangunan gedung baru demi memastikan perut operasional sekolah tetap terisi.
Heriansyah menegaskan, fokus utama dialihkan sepenuhnya untuk mengamankan hak-hak dasar siswa dan guru agar aktivitas belajar tetap berjalan.
“Kita prioritaskan dana BOS, BOSKAB Reguler, BOS seragam, dan BOS afirmasi supaya operasional sekolah tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 29/07/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER