Jumat, 26/06/2026
Jumat, 26/06/2026
Tampilan portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda di alamat spmb.samarindakota.go.id yang digunakan masyarakat untuk melakukan pendaftaran peserta didik tahun ajaran 2026/2027. (Ayu/KoranKaltim.com)
Jumat, 26/06/2026

Tampilan portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda di alamat spmb.samarindakota.go.id yang digunakan masyarakat untuk melakukan pendaftaran peserta didik tahun ajaran 2026/2027. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Samarinda berlangsung tanpa kendala berarti dari sisi sistem.
Website pendaftaran yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda tetap stabil meski melayani ribuan calon peserta didik selama tahapan penerimaan.
Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin mengatakan, hingga berakhirnya tahapan pendaftaran jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi tingkat SMP, kondisi server maupun aplikasi berjalan normal tanpa mengalami gangguan yang menghambat proses.
“Jika memantau dari CPU usage, semuanya maksimal ternyata hanya sekitar 20 persen. Jadi, sistem ini dapat kami kelola dengan baik dan infrastrukturnya tetap efisien,” kata Suparmin pada Jumat, (26/6/2026).
Kelancaran tersebut merupakan hasil persiapan yang dilakukan sejak beberapa bulan lalu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda. Mekanisme SPMB tahun ini dibangun ulang dari awal dengan menggunakan teknologi yang lebih ringkas dan optimal.
Meski kondisi fiskal daerah belum memungkinkan penambahan kapasitas cloud baru, Diskominfo mengoptimalkan prasarana yang telah dimiliki.
Sejumlah layanan daring pemerintah juga diatur ulang agar sumber daya komputasi dapat dipusatkan untuk mendukung program penerimaan tersebut.
Selain itu, jadwal penginputan data dibagi menjadi beberapa klaster berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur penerimaan, sehingga tidak terjadi lonjakan akses dalam waktu bersamaan.
“Jenjang SD lebih dahulu, kemudian SMP. Masing-masing juga dibagi lagi berdasarkan jalur penerimaan, sehingga beban sistem tetap terkendali,” jelasnya.
Diskominfo juga melakukan penyempurnaan aplikasi melalui penggunaan bahasa pemrograman yang lebih modern, seperti Golang (Go) dan JavaScript, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan platform yang lebih responsif.
Selama pelaksanaan SPMB, pihaknya turut mendampingi operator sekolah, operator Disdikbud, hingga warga yang mengalami kendala teknis saat melakukan proses pendaftaran.
Meski demikian, beberapa catatan evaluasi tetap ditemukan, terutama terkait akurasi titik koordinat GPS dan warga yang harus melakukan registrasi melalui sekolah karena belum memiliki perangkat telepon genggam maupun akses internet.
“Catatan-catatan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan SPMB tahun depan agar pelayanannya semakin baik,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan SPMB tahun ini menggunakan aplikasi yang dapat diakses melalui portal resmi spmb.samarindakota.go.id.
Pendaftaran tingkat SD jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi berlangsung pada 2–5 Juni 2026, sedangkan jalur domisili pada 8–11 Juni 2026.
Untuk jenjang SMP, jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dibuka 11–17 Juni 2026, sementara jalur domisili berlangsung pada 22–26 Juni 2026.
Data Disdikbud Samarinda juga menunjukkan daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 14.512 kursi, lebih banyak dibanding jumlah lulusan SD tahun ini yang tercatat sebanyak 13.079 siswa. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah memastikan seluruh lulusan SD di Samarinda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Editor: Erwin
Jumat, 26/06/2026
Tampilan portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda di alamat spmb.samarindakota.go.id yang digunakan masyarakat untuk melakukan pendaftaran peserta didik tahun ajaran 2026/2027. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER