Minggu, 11/04/2021
Minggu, 11/04/2021
Kawasan pasar seni ramai pengunjung pada Sabtu (10/4/2021) malam. (Foto: Reza Fahlevi/ Korankaltim.com)
Minggu, 11/04/2021

Kawasan pasar seni ramai pengunjung pada Sabtu (10/4/2021) malam. (Foto: Reza Fahlevi/ Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Aktivitas di Pasar Seni, Kelurahan Panji, Tenggarong terpantau berjalan seperti biasanya pasca pertikaian yang terjadi Jumat (9/4/2021) malam lalu. Aktivitas ekonomi berjalan seperti tak ada kejadian mengerikan sebelumnya.
Sejumlah pengunjung bak teralihkan oleh wanita paruh baya sedang karaokean di cafe yang terletak di sebuah pentas kawasan tersebut, seolah pertikaian beberapa orang yang menyebabkan kedua belah pihak mengalami luka serius akibat senjata tajam (sajam) tak pernah terjadi.
Namun sekira pukul 21.00 WITA sejumlah polisi berpakaian lengkap terpantau menyisiri area ini. Malam itu, media mencoba menelusuri kronologis pertikaian dan didapati ada dua versi cerita. Versi pertama, salah satu warga yang hampir setiap malam nongkrong di kawasan tersebut, Fadlani, bertutur ke media ini kejadiannya diawali dari salah satu pihak berinisial R mengusik salah satu juru parkir berinisial M.
Merasa bosan di usik, M pun membalas R dengan menikamnya dengan sebilah badik. Aksi kejar-kejaran antara dua orang ini pun terjadi. "Jadi kejar-kejaran mulai dari dalam kawasan pasar seni hingga ke belakang pentas (cafe), kemudian kembali lagi ke sini," tutur Fadlani.
Hingga akhirnya orang lainnya berinisial F, yang tak lain adalah ayah dari R, datang membantu untuk menghajar M. Hingga akhirnya polisi datang ke lokasi dan melerai pertikaian ini. Beberapa orang ini pun akhirnya dilarikan ke RSUD AM Parikesit untuk mendapat perawatan.
Versi berbeda muncul dari penuturan salah satu anak muda lainnya yang tak ingin diungkap identitasnya. Dia menuturkan, F dan R merupakan "penjaga keamanan" kawasan Pasar Seni sedangkan M adalah bosnya juru parkir di kawasan tersebut.
M pun melukai F dengan senjata tajamnya yang menyasar bagian area perut dan melukai urat nadi di pergelangan tangan F. R yang tidak terima melihat ayahnya dilukai pun diketahui menghubungi istrinya untuk membawakan senjata tajam ke Pasar Seni.
Pertikaian pun kembali terjadi antara R dan F melawan M, dimana R mengalami luka di bagian lengan dan M mengalami luka cukup parah mengingat saat itu pertikaian terjadi antara dua lawan satu. "Kabarnya R itu pengen menguasai lahan parkir ini," tuturnya.
Polisi pun diketahui telah memeriksa saksi-saksi. Sementara Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian belum memberi titik terang, namun dia memberi isyarat bakal ada beberapa orang yang ditahan. "Gelar kasus di kantor penyidik internal," kata Herman.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur
Minggu, 11/04/2021
Kawasan pasar seni ramai pengunjung pada Sabtu (10/4/2021) malam. (Foto: Reza Fahlevi/ Korankaltim.com)
TERPOPULER