Senin, 13/09/2021

Saatnya Olahraga Indonesia jadi Menu Utama, Bukan Sakadar Menu Pembuka

Senin, 13/09/2021

Medali emas dari cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade 2020 lalu, bukti kalau olahraga tak bisa lagi dipandang sebelah mata. (Foto: nocindonesia2021)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Saatnya Olahraga Indonesia jadi Menu Utama, Bukan Sakadar Menu Pembuka

Senin, 13/09/2021

logo

Medali emas dari cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade 2020 lalu, bukti kalau olahraga tak bisa lagi dipandang sebelah mata. (Foto: nocindonesia2021)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali  menegaskan, Kemenpora sudah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional atau yang populer dengan sebutan DBON. Dalam desain besar itu, Amali menuangkan olahraga yang dibahas mulai dari hulu sampai hilir.

"DBON ini lahir setelah adanya arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang memerintahkan kami dan stakeholder terkait yaitu mereview ekosistem keolahragaan nasional,” ujar Amali dikutip dari laman resmi Kemenpora.go.id.

Amali menegaskan olahraga merupakan hal penting dalam membangun karakter bangsa. “Olahraga menjadi penting membangun karakter bangsa, untuk nasionalisme dan patriotisme. Kegiatan olahraga harus dipandang sebagai investasi, bukan biaya semata. Kita harus ubah paradigma bagaimana olahraga ini menjadi kebutuhan,” papar Amali.

Amali mengibaratkan, saat ini olahraga belum ditempatkan sebagai menu utama makanan tapi hanya sebagai makanan pembuka atau penutup. Padahal Amali mengharapkan pembangunan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan memiliki kemampuan untuk bersaing.

“Selama ini kita menempatkan olahraga kalau saya sering ibaratkan ini bukan sebagai makanan utama, tetapi makanan pembuka atau penutup. Padahal kita mengharapkan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter tangguh, yang punya kemampuan untuk bersaing,” tegas Amali.

Disamping itu, Amali menyampaikan jika atlet harus memiliki karakter kerja keras, disiplin dan sportivitas karena itu merupakan rohnya dalam olahraga. Selain itu, setiap atlet juga diminta harus memiliki semangat optimis disetiap pertandingan.

“Ini dibuktikan oleh atlet Paralimpiade Tokyo. Mereka sangat optimis dan menunjukkan bahwa mereka sama dengan atlet Olimpiade. Selain itu, kerja sama tim sangat dibutuhkan. Sehebat apapun dia kalau tidak bisa bekerja sama, maka nggak bisa berprestasi,” sebut Amali.

“Lalu kami juga mendorong olahraga ini menjadi industri dan bagaimana kita bisa menjaga kepercayaan publik. Olahraga harus menjadi yang utama, menjadikan kita bugar dan prestasi,” tutup Amali.

Editor: Aspian Nur

Saatnya Olahraga Indonesia jadi Menu Utama, Bukan Sakadar Menu Pembuka

Senin, 13/09/2021

Medali emas dari cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade 2020 lalu, bukti kalau olahraga tak bisa lagi dipandang sebelah mata. (Foto: nocindonesia2021)

Share

Berita Terkait