Senin, 06/07/2026
Senin, 06/07/2026
Folarin Balogun (kanan), tetap bisa bermain meski mendapat kartu merah setelah Presiden AS menelepon Presiden FIFA. (Foto: Apphoto)
Senin, 06/07/2026

Folarin Balogun (kanan), tetap bisa bermain meski mendapat kartu merah setelah Presiden AS menelepon Presiden FIFA. (Foto: Apphoto)
KORANKALTIM.COM - Presiden AS Donald Trump melakukan intervensi demi penyerang bintang Amerika Folarin Balogun. Hukuman larangan bermain akibat kartu merah yang diterima Balogun dicabut sehingga ia diizinkan tampil dalam pertandingan Piala Dunia melawan Belgia besok.
Balogun, pemain andalan Amerika yang telah mencetak tiga gol dalam turnamen ini, mendapat kartu merah karena secara tidak sengaja menginjak pergelangan kaki kanan Tarik Muharemović (pemain Bosnia dan Herzegovina) saat kemenangan 2-0 di babak 32 besar yang memicu sanksi otomatis larangan bermain satu pertandingan.
FIFA mengumumkan sanksi tersebut dicabut untuk pertandingan babak 16 besar, sebuah langkah luar biasa yang menuai pujian dari Trump sekaligus kemarahan dari tim Belgia. Ini tampaknya menjadi kali pertama sejak tahun 1962 di mana kartu merah dalam Piala Dunia tidak berujung pada sanksi larangan bermain.
Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino setelah pertandingan untuk meminta FIFA meninjau kembali kartu merah tersebut, menurut seseorang yang mengetahui perihal panggilan telepon itu dan berbicara dengan syarat anonimitas karena ia tidak berwenang berbicara secara terbuka mengenai masalah ini.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan yang besar!" ujar Trump dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan mereka terkejut dan pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyindir tindakan FIFA tersebut.
"Saya tidak tahu di kantor FIFA, tanggal 5 Juli dianggap sebagai tanggal 1 April di Eropa," ujar Garcia melalui penerjemah, merujuk pada perbandingan dengan April Fools' Day (Hari Lelucon April Mop).
"Federasi Belgia tidak sekadar membela diri atau melindungi tim nasional; mereka membela sepak bola secara umum, serta menjaga integritas dan etika. Saya rasa ini adalah kali pertama dalam sejarah Piala Dunia ada keputusan seperti ini," ucapnya.
Garcia menolak berkomentar saat ditanya mengenai kemungkinan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atau apakah menurutnya Trump memengaruhi tindakan FIFA tersebut.
"Demi menjaga hak-hak sah seluruh tim peserta dan melindungi prinsip dasar fair play (sportivitas) dalam olahraga kami, baik di Piala Dunia FIFA kali ini maupun pada edisi-edisi turnamen mendatang, RBFA sedang mengkaji semua opsi yang mungkin diambil," demikian pernyataan federasi sepak bola Belgia tersebut.
Para pemain Amerika mengetahui kabar Balogun bisa kembali bermain saat unggahan media sosial mulai bermunculan dalam perjalanan bus selama 10 menit pagi kemarin dari hotel menuju tempat latihan di Husky Soccer Stadium, Universitas Washington, tempat mereka disambut oleh Dubs II, anjing jenis Alaskan Malamute milik universitas tersebut.
Kartu merah yang diterima Balogun merupakan keputusan paling kontroversial dan berdampak besar di Piala Dunia. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, awalnya tidak memberikan isyarat kartu, namun kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Balogun setelah meninjau tayangan ulang video.
"Jika melihat pelanggaran itu, sama sekali tidak ada niat buruk," ujar bintang AS, Christian Pulisic. "Menurut saya, ada pelanggaran-pelanggaran jauh lebih parah yang terjadi di turnamen ini,” imbuhnya.
Federasi Sepak Bola AS (U.S. Soccer Federation) menerima informasi mengenai keputusan FIFA tersebut melalui pesan di portal FIFA pada pukul 10.31 pagi kemarin setempat.
"Pelaksanaan hukuman larangan bermain ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," demikian pengumuman FIFA. "Jika Folarin Balogun kembali melakukan pelanggaran serupa dengan tingkat keparahan yang sama selama masa percobaan tersebut, penangguhan hukuman akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan, tanpa mengurangi kemungkinan adanya sanksi tambahan atas pelanggaran baru tersebut."
Pelatih AS, Mauricio Pochettino, menyambut baik langkah FIFA ini. "Kami sudah cukup dirugikan saat melawan Bosnia-Herzegovina karena harus bermain dengan 10 orang selama 30 menit akibat keputusan yang sama sekali tidak adil," kata Pochettino.
Pochettino, yang pernah membela Argentina di Piala Dunia 2002, tidak terkejut dengan keputusan Trump untuk menghubungi Infantino. "Saya berasal dari budaya, baik di Argentina maupun Eropa, di mana sepak bola dianggap sebagai agama, bahkan lebih dari sekadar agama," katanya.
Tiga gol yang dicetak Balogun termasuk gol yang membawa timnya unggul saat melawan Bosnia. Ia menyamai rekor Landon Donovan pada tahun 2010 sebagai pencetak gol terbanyak kedua bagi Amerika di Piala Dunia, hanya kalah dari rekor empat gol Bert Patenaude pada turnamen perdana tahun 1930.
Balogun, pemain berusia 25 tahun yang kini membela Monaco, mencetak 13 gol di Ligue 1 musim lalu dan telah mengoleksi 12 gol dalam 30 penampilan internasional. Ia lahir di Brooklyn dari orang tua asal Nigeria yang saat itu tinggal di London, dan pada tahun 2023 memutuskan untuk beralih membela tim nasional Amerika Serikat, setelah sebelumnya mewakili Inggris di tingkat U-21. "Dia membuat banyak pemain bertahan merasa gentar," ujar Richards.
Amerika Serikat, selaku tuan rumah, berupaya menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak 2002. Tim AS tersingkir di babak 16 besar oleh Ghana pada 2010, Belgia pada 2014, dan Belanda pada 2022. Mereka gagal lolos dari fase grup pada 2006 dan tidak berhasil melaju ke putaran final turnamen tahun 2018.
FIFA sendiri menyatakan keputusan tersebut didasarkan pada Pasal 27 aturan komite disiplin. "Badan peradilan dapat memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner, baik secara penuh maupun sebagian," bunyi aturan tersebut.
"Dengan menangguhkan pelaksanaan sanksi, badan peradilan menetapkan masa percobaan selama satu hingga empat tahun bagi pihak yang dijatuhi sanksi."
Pada bulan November, FIFA menangguhkan dua pertandingan terakhir dari total tiga laga larangan bermain yang dijatuhkan kepada Cristiano Ronaldo (Portugal) akibat kartu merah saat melawan Irlandia di kualifikasi Piala Dunia, sehingga ia diizinkan bermain pada awal turnamen Piala Dunia.
Bek Argentina Nicolás Otamendi dan gelandang Ekuador Moisés Caicedo juga mendapatkan penangguhan larangan bermain satu pertandingan pada bulan April akibat kartu merah di laga kualifikasi, yang memungkinkan mereka tampil dalam pertandingan pembuka Piala Dunia.
Gelandang Brasil, Garrincha, menerima kartu merah pada menit ke-83 dalam laga semifinal Piala Dunia 1962 melawan tuan rumah Cile karena menendang lawan, namun ia diizinkan bermain di partai final melawan Cekoslowakia setelah adanya upaya lobi yang melibatkan dukungan dari Presiden Cile, Jorge Alessandri. Brasil memenangkan laga final tersebut dan meraih gelar juara untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Editor: Aspian Nur
Senin, 06/07/2026
Folarin Balogun (kanan), tetap bisa bermain meski mendapat kartu merah setelah Presiden AS menelepon Presiden FIFA. (Foto: Apphoto)
TERPOPULER