Rabu, 01/07/2026
Rabu, 01/07/2026
Kylian Mbappe (tengah), mencetak brace ke gawang Swedia, memastikan Prancis melangkah ke 16 Besar. (reuters)
Rabu, 01/07/2026

Kylian Mbappe (tengah), mencetak brace ke gawang Swedia, memastikan Prancis melangkah ke 16 Besar. (reuters)
KORANKALTIM.COM - Kylian Mbappé membawa Prancis unggul lewat gerakan crossover yang brilian pada menit ke-45 dan kemudian mencetak gol lagi di babak kedua untuk memecahkan rekor gol di fase gugur Piala Dunia saat Les Bleus mengalahkan Swedia 3-0 Rabu (1/7/2027) pagi tadi pada babak 32 Besar, memastikan langkah ke babak 16 besar melawan Paraguay.
Bradley Barcola mencetak gol untuk Prancis pada menit ke-53 dan Mbappé menutup pesta gol pada menit ke-74, menandai kali ketiga ia mencetak dua gol dalam satu pertandingan dari empat laga yang telah dijalani.
Koleksi enam golnya menyamai catatan penyerang Argentina, Lionel Messi, sebagai pencetak gol terbanyak turnamen, sekaligus menggenapkan total golnya di Piala Dunia menjadi 18—hanya terpaut satu gol dari rekor Messi.
"Saya sangat sadar siapa diri saya, bagaimana cara saya bermain, dan apa yang harus saya lakukan, tetapi ini bukan hanya soal saya," ujar Mbappé melalui penerjemah. "Seluruh tim paham apa yang harus dilakukan. Ini adalah kompetisi baru yang dimulai hari ini. Kami memang bermain bagus, tetapi sempat tampil agak ragu-ragu. Kami sebenarnya bisa bermain lebih baik lagi di awal pertandingan," paparnya.
Total 10 gol Mbappé di fase gugur melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh dua legenda Brasil, Leonidas dan Ronaldo, dengan selisih dua gol. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan gestur hormat saat sang bintang kembali ke bangku cadangan usai digantikan pada menit ke-85. "Kami sedang menjalankan sebuah misi—dan saya pun bersama mereka dalam misi itu," kata Deschamps melalui penerjemah.
Prancis, yang merupakan runner-up Piala Dunia empat tahun lalu dan salah satu tim favorit turnamen kali ini, telah mencatatkan selisih gol 13-2 atas lawan-lawannya, dengan Michael Olise mencetak lima assist.
"Mereka sangat paham kapan harus mengubah tempo dan meningkatkannya, kapan harus menguasai bola, serta kapan harus mundur ke pertahanan," ujar kapten Swedia, Victor Lindelöf, melalui seorang penerjemah.
Berambisi mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Prancis akan menghadapi Paraguay pada 4 Juli di Philadelphia; pemenang laga ini akan melaju ke perempat final melawan Kanada atau Maroko lima hari kemudian di Foxborough, Massachusetts.
Di tengah cuaca yang sangat panas di Stadion MetLife—lokasi pertandingan final Piala Dunia pada 19 Juli mendatang, Prancis unggul jauh dalam jumlah tembakan dibandingkan Swedia, yakni 25 berbanding 7, termasuk 15 berbanding 3 pada babak pertama. Saat kick-off* pukul 17.00, suhu udara mencapai 32 derajat Celsius dengan kondisi cerah, lembap, dan kualitas udara yang buruk. Selama jeda minum (hydration break) di babak pertama, bek Prancis Lucas Digne membiarkan dirinya disiram air dari alat penyiram lapangan (sprinkler).
Mbappé mengenai tiang gawang pada menit ke-32 sembari mengangkat kedua tangannya karena kecewa, dan Prancis nyaris unggul empat menit kemudian lewat tendangan salto spektakuler Olise dari dalam kotak penalti, yang juga membentur tiang gawang.
Dalam pertemuan pertama kedua negara di Piala Dunia, Mbappé mencetak gol setelah kiper Jacob Widell Zetterström sempat menepis tembakan Olise yang mengarah tipis di sisi luar tiang gawang.
Olise melakukan tendangan sudut pendek kepada Ousmane Dembélé, yang kemudian mengoper bola ke arah Mbappé di dekat garis tepi lapangan. Mbappé melakukan gerakan memotong arah untuk melewati Viktor Gyökeres dan melepaskan tembakan diagonal ke sudut jauh gawang dari posisi tepat di luar kotak enam yard.
Mbappé berlari ke tengah lapangan untuk merayakan gol internasionalnya yang ke-61—sempat berbenturan dengan Dembélé—lalu berlari kecil menuju bangku cadangan untuk memeluk Deschamps, yang kembali memimpin tim setelah sempat pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya. "Dia tahu bahwa dia tidak akan pernah sendirian bersama kami dan kami akan mendukungnya," ujar Mbappé.
Gustaf Lagerbielke kehilangan penguasaan bola sebelum terciptanya gol kedua Prancis. Aurélien Tchouaméni mengoper bola kepada Olise, yang berhasil mengolongkan bola di antara kedua kaki Lagerbielke, lalu Barcola mengontrol bola ke tengah dan melepaskan tembakan yang melewati jangkauan tangan kanan Zetterström yang sedang terentang.
Mbappé menghibur penonton lewat operan tumit (backheel) kepada Barcola dalam proses terciptanya gol ketiga Prancis. Barcola mengoper bola kepada Olise, yang kemudian mengembalikannya kepada Mbappé saat sang bintang berlari cepat memasuki kotak penalti. Ia mengontrol bola dengan satu sentuhan lalu melepaskan tembakan yang bersarang di sudut jauh gawang.
Jumlah penonton sebanyak 80.663 orang menjadikan total penonton turnamen yang diperluas hingga 104 pertandingan ini melampaui angka 5 juta. Sebagian besar penggemar mengenakan atribut biru khas Prancis, sementara kelompok pendukung Swedia dengan seragam kuning terlihat terkonsentrasi di salah satu sisi stadion.
"Jika kita melihat kembali posisi kami belum lama ini—kami kini berada di sini dan telah bermain di Piala Dunia," ujar Lindelöf. "Kami kalah dari salah satu negara terbaik di dunia."
Mbappé belum sepenuhnya siap untuk mengalihkan perhatiannya ke pertandingan melawan Paraguay. "Saya tak sabar untuk segera kembali ke ruang ganti dan menikmati udara sejuk dari AC," ujarnya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 01/07/2026
Kylian Mbappe (tengah), mencetak brace ke gawang Swedia, memastikan Prancis melangkah ke 16 Besar. (reuters)
TERPOPULER