Jumat, 03/07/2026
Jumat, 03/07/2026
Aksi Yamine Lamal di depan gawang Austria membuat kiper Alexander Schlager harus bekerja keras. (apphoto/jaechong)
Jumat, 03/07/2026

Aksi Yamine Lamal di depan gawang Austria membuat kiper Alexander Schlager harus bekerja keras. (apphoto/jaechong)
KORANKALTIM.COM - Lamine Yamal tampak jauh lebih nyaman menjalani Piala Dunia pertamanya, meskipun bintang muda Spanyol itu tidak mencetak gol dalam kemenangan 3-0 di babak gugur melawan Austria Jumat (3/7/2026) dini hari tadi.
Winger berusia 18 tahun itu sedang berupaya mengembalikan kondisi puncaknya setelah mengalami cedera hamstring dua bulan lalu.
Meski demikian, ia memegang trofi Player of the Match (pemain terbaik pertandingan) berwarna perak pada laga melawan Austria setelah terus-menerus menebar ancaman serangan, termasuk melepaskan enam tembakan, sembari menembus pertahanan Austria. Sejauh ini, gawang Spanyol belum kebobolan satu gol pun di turnamen tersebut. "Saya memang tidak mencetak goltetapi saya sangat senang kami berhasil lolos ke babak berikutnya," kata Yamal.
Perasaan serupa juga dirasakan oleh 72.492 penonton yang memadati Stadion SoFi yang sebagian besar mendukung Spanyol, termasuk aktor Penelope Cruz dan Javier Bardem.
Adik tiri Yamal yang berusia 3 tahun, Keyne, juga hadir dan turut merayakan gol ketiga Spanyol sembari dibalut atribut berwarna khas negara tersebut. "Saya sangat terharu melihat ibu dan adik kecil saya menjalani kehidupan yang selama ini mereka impikan. Adik saya sudah seperti anak sendiri bagi saya; saya sangat menyayanginya," ungkap Yamal.
Dua bulan lalu, Yamal sempat khawatir akan melewatkan turnamen ini sepenuhnya setelah mengalami cedera hamstring kiri dalam pertandingan Liga Spanyol saat membela Barcelona. Ia mencetak satu gol meski hanya bermain selama 141 menit dalam tiga pertandingan fase grup Spanyol, sementara sorotan utama tertuju pada Lionel Messi, Harry Kane dan Kylian Mbappe.
"Perlahan tapi pasti, saya mulai merasa kembali ke performa terbaik saya, melakukan pergerakan serta dribel yang diperlukan, dan berani menghadapi pemain bertahan lawan. Kondisi saya sudah 100%. Saya siap menjalankan instruksi pelatih. Saya hanya perlu terus beristirahat dan menjaga kondisi tubuh," paparnya.
Yamal mencatatkan durasi bermain terlama sejauh ini di turnamen ini sebelum ditarik keluar pada menit ke-85. Ia sempat mendapatkan beberapa peluang mencetak gol, namun upayanya selalu berhasil digagalkan. Yamal bahkan nyaris mencetak gol sebelum diganti lewat sebuah tembakan kaki kiri yang berhasil dihentikan oleh kapten Austria David Alaba tepat sebelum bola melewati garis gawang.
Pada masa tambahan waktu babak pertama, tendangan bebas Alex Baena dari jarak sekitar 23 meter (25 yard) membentur tiang gawang. Austria gagal membuang bola dengan sempurna sehingga bola mengarah ke Yamal di dekat tiang jauh, namun tembakan jarak dekatnya berhasil digagalkan oleh kiper Alexander Schlager.
Pada menit ke-34 babak pertama, Yamal berdiri bebas di depan gawang, namun tembakannya melambung di atas mistar; ia pun tampak tak percaya telah melewatkan peluang emas tersebut.
Yamal melepaskan tembakan pertama dalam pertandingan ini setelah menggiring bola hampir sepanjang lapangan, namun arah bola tepat menuju posisi Schlager.
"Lamine Yamal adalah talenta yang luar biasa. Dia merupakan salah satu talenta terbesar yang pernah kita lihat di usia seperti ini dan kami sudah menyadarinya," ujar pelatih Austria, Ralf Rangnick. "Namun, menurut saya kami berhasil meredam pergerakannya dengan sangat baik. Kami mampu mencegahnya mencetak gol," sebutnya.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 03/07/2026
Aksi Yamine Lamal di depan gawang Austria membuat kiper Alexander Schlager harus bekerja keras. (apphoto/jaechong)
TERPOPULER