Rabu, 01/09/2021

Sultan Samma, Bicara Tentang Sepakbola Samarinda, Fakhri Husaini dan Kedekatannya dengan Lerby Eliandry

Rabu, 01/09/2021

Sultan Samma (kiri) saat bincang dengan Produser Korkal Siniar Rusdi. (Foto: Dok.Korankaltim))

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Sultan Samma, Bicara Tentang Sepakbola Samarinda, Fakhri Husaini dan Kedekatannya dengan Lerby Eliandry

Rabu, 01/09/2021

logo

Sultan Samma (kiri) saat bincang dengan Produser Korkal Siniar Rusdi. (Foto: Dok.Korankaltim))

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Tak ada yang tak mengenal Sultan Samma di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, khususnya pecinta sepakbola.

Namanya bahkan terkenal di Indonesia karena pernah membela banyak klub ternama.

Mengawali kiprah sebagai pesepakbola profesional setelah membela Kaltim dari ajang PON XVII tahun 2008 silam, pria kelahiran Samarinda, 13 April 1986 ini bersiap membela Pesut Etam di ajang Liga 1 Indonesia yang sudah mulai bergulir.

Disela latihan dan bekerja sebagai pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, Samarinda, Sultan menyempatkan diri hadir di Korkal Siniar akhir pekan lalu, berbincang banyak hal mengenai dunia sepakbola dan kesehariannya.

“Kami (Borneo FC) sudah sangat siap tampil di Liga 1. Saya pribadi bertekad membawa tim ini berprestasi, kalau bisa sampai juara musim ini karena sudah lama sekali Borneo FC tak pernah juara,” ujar Sultan terkait asa dirinya bersama tim yang akan berlaga di Liga 1 nanti.

Borneo FC sendiri menurut rencana akan tanding perdana hari Minggu (5/9/2021) nanti menghadapi Persebaya Surabaya

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini diketahui mengawali karir sebagai pesepakbola professional tahun 2009 selepas berlaga di PON 2008 dan meraih medali perunggu. Sebelumnya tahun 2006 Sultan masuk dalam tim Persisam Samarinda persiapan ke Piala Suratin dan berhasil juara. 

Setelahnya pemain berusia 35 tahun ini masuk skuat PON 2008, melanjutkan kiprah bersama Persiba Balikpapan dan empat musim membela Tim Beruang Madu sampai akhirnya membela Sriwijaya FC, Gresik United, Bali United dan kembali ke Samarinda membela Borneo FC. “Saya memang sudah niat membela tim dari Samarinda karena kota kelahiran saya, makanya memilih Borneo FC sampai sekarang,” ungkap Sultan.

Diakui Sultan, perkembangan sepakbola di Samarinda saat ini sangat pesat. Banyak sekolah sepakbola (SSB) juga komunitas yang semuanya memunculkan potensi pemain berprestasi.

Hanya saja Sultan mengingatkan kalau ingin jadi pesepakbola professional harus serius dan berlatih serta memiliki ilmu dasar, tidak sekadar belajar otodidak misalnya lewat Youtube. “Tidak bisa instan jadi pesepakbola hebat, ada teori dan prakteknya,” tegas Sultan yang tahun 2009 memperkuat timnas Indonesia di ajang SEA Games XXV di Laos, Vietnam.

Sultan menyebut kalau Fakhri Husaini merupakan pelatih yang memberikan ilmu banyak kepada dirinya sebagai pesepakbola. “Dalam persiapan menuju PON 2008, kami dua tahun dilatih Bang Fakhri bersama Om Johni Rining dan dari situ saya mendapat ilmu banyak. Beliau berjasa besar untuk karir awal saya sebagai pesepakbola karena mengajarkan saya teknik dan pikiran dalam bermain,” jelas Sultan.

Sultan diketahui selain sebagai pesepakbola, juga bekerja sebagai pegawai di Perumdam Samarinda bagian distribusi. Dirinya harus pintar-pintar membagi waktu antara bekerja dengan berlatih.

“Makanya banyak teman di tim yang heran begitu tahu saya bekerja sebagai karyawan Perumdam, menanyakan bagaimana saya membagi waktu,” ucapnya dengan tersenyum.

Mengenai nomor punggung 22 yang dikenakannya saat ini, Sultan memiliki cerita tersendiri. “Waktu gabung di Persiba, nomor yang tersisa hanya 22 karena nomor lain sudah dipakai pemain lain, padahal kalo boleh saya pengen nomo 10 waktu itu. Tapi ya sudah saya pakai. Pindah ke klub lain, ternyata nomor itu juga yang diberi, ya sudah sampai sekarang saya pakai nomor punggung 22,” paparnya.

Sultan juga menceritakan kedekatannya dengan Lerby Eliandri Pong Babu, bomber Bali United yang merupakan sahabat dekatnya. 

“Saya sangat dekat dengan Lerby, sudah koneksi, dia juga kerja di Perumdam. Kalau ada Lerby selalu ada saya. Waktu kami satu tim saya paling senang beri umpan ke Lerby untuk menetak gol dan dia memang paham posisi. Sayangnya sekarang kami harus pisah, tapi semua orang punya pilihan dan Lerby memilih ke Bali United,” sebut Sultan. 

Sultan mengakui Lerby pemain  yang punya ambisi besar di setiap tim yang dibelanya, karena itu dirinya mendoakan Lerby sukses. “Buktikan kalau kamu bisa jadi yan terbaik,” tutup Sultan.


Editor: Aspian Nur


Tonton Videonya:  


Sultan Samma, Bicara Tentang Sepakbola Samarinda, Fakhri Husaini dan Kedekatannya dengan Lerby Eliandry

Rabu, 01/09/2021

Sultan Samma (kiri) saat bincang dengan Produser Korkal Siniar Rusdi. (Foto: Dok.Korankaltim))

Share

Berita Terkait