Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim yang berlangsung di Tower Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (3/6/2026).
KONI Kaltim merupakan organisasi olahraga daerah yang konsisten menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Berbagai agenda kelembagaan seperti rapat kerja daerah, kejuaraan daerah, rapat pleno hingga Musorprov secara rutin dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi.
"Ini menunjukkan tata kelola organisasi yang baik. KONI Kaltim tidak pernah absen dalam melaksanakan amanat AD/ART. Hal ini patut menjadi contoh," kata Sudarmo.
Sudarmo juga menyoroti capaian prestasi olahraga Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 lalu yang mana Kaltim berhasil menempati peringkat kedelapan nasional dari 38 provinsi.
Kontingen Kaltim berhasil mengumpulkan 30medali emas, 55 medali perak, dan 69 medali perunggu. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi agenda olahraga nasional berikutnya.
Selain itu, prestasi membanggakan juga ditorehkan pada PON Bela Diri yang berlangsung di Kudus. Dari 10 cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan dan diikuti 30 provinsi, Kaltim mampu menempati peringkat kelima nasional dengan raihan 15 medali emas, 15 medali perak, dan 36 medali perunggu.
"Prestasi ini tidak datang begitu saja. Ini merupakan hasil dari tata kelola organisasi yang baik, sinergi antara KONI Provinsi, pengurus cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, pelatih, dan atlet yang berjalan sangat solid," jelasnya.
Musorprov KONI Kaltim 2026 juga menjadi momentum pemilihan Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026-2030. Dalam forum tersebut, Haji Andre menjadi calon tunggal yang diproyeksikan terpilih secara aklamasi. Sudarmo berharap kepemimpinan baru nantinya mampu melanjutkan prestasi dan menjaga soliditas organisasi yang telah dibangun selama ini. "Tantangan ke depan adalah mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah ada. Masyarakat dan pemerintah daerah tentu menginginkan capaian olahraga Kaltim lebih baik dari sebelumnya," tegas Sudarmo.
Penting menurutnya pemahaman terhadap AD/ART KONI bagi seluruh pengurus baru. AD/ART bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan pedoman utama dalam pembinaan olahraga prestasi. "Tujuan KONI bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga meningkatkan karakter, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkokoh ketahanan nasional melalui olahraga," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sudarmo mengingatkan agar kepengurusan baru mampu menghindari konflik internal yang berpotensi menghambat pembinaan atlet. Organisasi yang solid menjadi syarat utama dalam menciptakan prestasi olahraga yang berkelanjutan.
"Bagaimana prestasi bisa meningkat jika pengurusnya tidak solid? Jika tidak ada sinergi dan kebersamaan, maka pembinaan olahraga akan terganggu," ucapnya.
KONI provinsi dan kabupaten/kota harus tetap berpedoman pada kebijakan KONI Pusat agar arah pembinaan olahraga nasional berjalan selaras. Menghadapi berbagai agenda olahraga nasional yang padat, Sudarmo meminta kepengurusan baru segera menyusun struktur organisasi dan program kerja setelah resmi terbentuk.
Sejumlah agenda penting yang akan dihadapi antara lain Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, pada November 2026, Pekan Olahraga Bela Diri Nasional di Manado, serta BK-PON 2027 menuju PON XXII di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Begitu kepengurusan terbentuk dan SK keluar, langsung tancap gas. Susun program jangka pendek maupun jangka panjang berdasarkan evaluasi prestasi sebelumnya," pesannya.
Sudarmo optimistis Kaltim memiliki sumber daya manusia dan atlet yang sangat potensial untuk terus bersaing di level nasional maupun internasional.
"Kaltim memiliki potensi atlet luar biasa. Tinggal bagaimana melakukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan agar prestasi terus meningkat," papar Sudarmo.
Sudarmo mengajak seluruh insan olahraga di Kaltim untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan olahraga sebagai sarana membangun prestasi serta memperkuat persatuan bangsa. "Mari bersama-sama berdoa agar seluruh patriot olahraga selalu diberikan petunjuk, bimbingan, dan kekuatan dalam membangun olahraga prestasi yang lebih baik di masa mendatang," tutupnya.
Editor: Aspian Nur