Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Di tengah waktu pelaksanaan yang semakin dekat, persoalan keabsahan peserta menjadi pekerjaan rumah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Paser.
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Di tengah waktu pelaksanaan yang semakin dekat, persoalan keabsahan peserta menjadi pekerjaan rumah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Paser.
Pasalnya, verifikasi atlet, pelatih dan ofisial belum sepenuhnya rampung hingga memaksa Tim Keabsahan KONI Kaltim memperpanjang masa pendataan.
Situasi ini membuat ketelitian verifikasi menjadi krusial. Mengingat, data peserta bukan sekadar urusan administrasi, melainkan salah satu penentu agar seluruh atlet yang berlaga memenuhi persyaratan dan tidak memunculkan persoalan keabsahan saat pertandingan berlangsung.
Ketua Tim Keabsahan KONI Kaltim, Dandri Dauri mengatakan bahwa tambahan waktu diberikan karena pemeriksaan data masih berjalan. Timnya juga harus menyelaraskan hasil pendataan dengan Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah), khususnya terkait nomor pertandingan yang diperlombakan.
“Yang jelas ada tambahan waktu kerja untuk pendataan peserta Porprov Paser ini. Kami juga tengah menyesuaikan data kami dengan Tim Wasrah, terkait nomor tanding di Porprov nanti,” kata Dandri, Selasa (13/10/2026).
Semula, pendataan dijadwalkan 2-8 Oktober 2026. Namun, banyaknya berkas yang diperiksa membuat tahapan tersebut membutuhkan waktu lebih panjang. Alhasil, pihaknya berupaya menuntaskan pekerjaan dalam beberapa hari ke depan agar tidak mengganggu persiapan menjelang kompetisi.
Dandri juga menjelaskan jika KONI Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencocokkan data peserta agar berjalan dengan baik. Terlebih, volume data yang besar menuntut pemeriksaan secara cermat sebelum status setiap peserta dapat dipastikan.
“Tim pendataan sudah bekerja dari pagi hingga malam. Tapi memang data yang dilihat sangat banyak dan harus diteliti dengan baik,” ujarnya.
Dandri menegaskan, pihaknya tidak ingin kelonggaran dalam pemeriksaan justru membuka celah bagi peserta yang tidak memenuhi ketentuan. Karena itu, seluruh data harus dipastikan valid sebelum atlet dinyatakan sah mengikuti Porprov.
“Kami tak mau ada atlet siluman bermain di Porprov. Sebab tujuan kita jelas, hasil dari Porprov menjadi acuan atlet Kaltim menuju BK PON dan PON pada 2028 mendatang,” tegasnya.
Validitas peserta juga berkaitan dengan kualitas hasil kompetisi. Porprov bukan hanya ajang perebutan medali antarkabupaten dan kota, tetapi menjadi salah satu pijakan dalam melihat potensi atlet yang dipersiapkan menghadapi persaingan di level nasional.
Meski demikian, Tim Keabsahan belum menetapkan tenggat akhir secara terperinci. Dandri menyebut penyelesaian verifikasi akan dikebut mengingat jadwal pertandingan semakin dekat.
“Pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat. Jadi mungkin beberapa hari ke depan semuanya akan beres,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Pasalnya, verifikasi atlet, pelatih dan ofisial belum sepenuhnya rampung hingga memaksa Tim Keabsahan KONI Kaltim memperpanjang masa pendataan.
Situasi ini membuat ketelitian verifikasi menjadi krusial. Mengingat, data peserta bukan sekadar urusan administrasi, melainkan salah satu penentu agar seluruh atlet yang berlaga memenuhi persyaratan dan tidak memunculkan persoalan keabsahan saat pertandingan berlangsung.
Ketua Tim Keabsahan KONI Kaltim, Dandri Dauri mengatakan bahwa tambahan waktu diberikan karena pemeriksaan data masih berjalan. Timnya juga harus menyelaraskan hasil pendataan dengan Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah), khususnya terkait nomor pertandingan yang diperlombakan.
“Yang jelas ada tambahan waktu kerja untuk pendataan peserta Porprov Paser ini. Kami juga tengah menyesuaikan data kami dengan Tim Wasrah, terkait nomor tanding di Porprov nanti,” kata Dandri, Selasa (13/10/2026).
Semula, pendataan dijadwalkan 2-8 Oktober 2026. Namun, banyaknya berkas yang diperiksa membuat tahapan tersebut membutuhkan waktu lebih panjang. Alhasil, pihaknya berupaya menuntaskan pekerjaan dalam beberapa hari ke depan agar tidak mengganggu persiapan menjelang kompetisi.
Dandri juga menjelaskan jika KONI Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencocokkan data peserta agar berjalan dengan baik. Terlebih, volume data yang besar menuntut pemeriksaan secara cermat sebelum status setiap peserta dapat dipastikan.
“Tim pendataan sudah bekerja dari pagi hingga malam. Tapi memang data yang dilihat sangat banyak dan harus diteliti dengan baik,” ujarnya.
Dandri menegaskan, pihaknya tidak ingin kelonggaran dalam pemeriksaan justru membuka celah bagi peserta yang tidak memenuhi ketentuan. Karena itu, seluruh data harus dipastikan valid sebelum atlet dinyatakan sah mengikuti Porprov.
“Kami tak mau ada atlet siluman bermain di Porprov. Sebab tujuan kita jelas, hasil dari Porprov menjadi acuan atlet Kaltim menuju BK PON dan PON pada 2028 mendatang,” tegasnya.
Validitas peserta juga berkaitan dengan kualitas hasil kompetisi. Porprov bukan hanya ajang perebutan medali antarkabupaten dan kota, tetapi menjadi salah satu pijakan dalam melihat potensi atlet yang dipersiapkan menghadapi persaingan di level nasional.
Meski demikian, Tim Keabsahan belum menetapkan tenggat akhir secara terperinci. Dandri menyebut penyelesaian verifikasi akan dikebut mengingat jadwal pertandingan semakin dekat.
“Pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat. Jadi mungkin beberapa hari ke depan semuanya akan beres,” pungkasnya.
Editor: Erwin






168 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG