Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan bibit-bibit pesepak bola muda di tingkat desa. Kehadiran SSB GMB bukan sekadar menjadi wadah bagi anak-anak untuk berlatih dan bermain sepak bola, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kedisiplinan, kerja sama, serta mental bertanding sejak dini.
Ketua Karang Taruna Desa Bakungan, Safrudin, menyampaikan apresiasi atas tumbuhnya semangat pembinaan olahraga di desanya. Menurutnya, dukungan masyarakat dan pemerintah desa menjadi modal penting agar SSB GMB terus berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi anak-anak Bakungan.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya SSB Garuda Muda Bakungan. Antusiasme anak-anak yang terus bertambah menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Harapannya, SSB ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan potensi anak-anak desa sekaligus melahirkan pemain-pemain berbakat di masa depan,” ujar Safrudin kepada Korankaltim.com, Senin (12/10/2026).
SSB GMB dipimpin Hamidun, yang akrab disapa Bang Midun tersebut sejak mulai berjalan pada Agustus lalu, kegiatan latihan terus menunjukkan perkembangan. Pesertanya berasal dari beberapa kelompok usia, mulai kategori usia 7 tahun atau setingkat taman kanak-kanak, U-10, U-12, hingga U-16.
Pertambahan jumlah peserta dari 15 menjadi 70 anak menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Dengan jumlah peserta yang semakin banyak, pengelolaan latihan, ketersediaan sarana, serta pembentukan tim berdasarkan kelompok umur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.
Dukungan pemerintah desa turut memberi dorongan bagi perkembangan SSB GMB. Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah telah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa perlengkapan latihan untuk menunjang aktivitas para peserta.
Ketua SSB GMB pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan tersebut. Bantuan perlengkapan latihan diharapkan membantu anak-anak berlatih lebih optimal sekaligus memperkuat fondasi pembinaan sepak bola di tingkat desa.
Safrudin menilai sinergi antara pengelola SSB, Karang Taruna, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat perlu terus dijaga. Pembinaan usia dini membutuhkan dukungan bersama, tidak hanya dalam penyediaan fasilitas, tetapi juga dalam memberikan motivasi agar anak-anak konsisten berlatih dan memiliki kesempatan mengukur kemampuan melalui pertandingan.
“Pembinaan olahraga tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerja sama semua pihak agar anak-anak memiliki tempat berlatih yang baik, mendapat pendampingan, dan berkesempatan mengikuti kompetisi. Kami berharap dukungan yang sudah diberikan bisa terus berlanjut sehingga SSB GMB semakin maju,” tambahnya.
Keseriusan SSB GMB dalam membangun pengalaman bertanding mulai terlihat melalui partisipasi mereka pada Jembayan Cup I, yang berlangsung pada 10–12 Oktober 2026 di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Dalam turnamen tersebut, SSB GMB mendaftarkan satu tim pada kategori U-12 yang bersaing dengan sembilan tim lainnya dari berbagai SSB di Kutai Kartanegara.
Keikutsertaan itu menjadi pengalaman kompetitif pertama bagi SSB GMB sejak berdiri. Meski belum memasang target harus mencapai partai final, pengelola memandang turnamen tersebut sebagai kesempatan untuk membangun kerangka tim, mengasah kemampuan pemain, serta memberikan jam terbang dalam kompetisi resmi.
Selain mengevaluasi kemampuan teknis, pertandingan juga menjadi sarana bagi para pemain muda untuk belajar menghadapi tekanan, memahami strategi permainan, membangun kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pengalaman seperti ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi perkembangan mereka pada kompetisi berikutnya.
Bagi SSB GMB, Jembayan Cup I sekaligus menjadi momentum memperkenalkan keberadaan Garuda Muda Bakungan kepada lingkungan sepak bola di Kukar. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin terbuka pula peluang bagi pengelola untuk mengevaluasi hasil latihan dan mengetahui aspek yang perlu diperbaiki.
Safrudin berharap langkah awal tersebut menjadi pijakan bagi pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Desa Bakungan. Dengan dukungan pemerintah desa, masyarakat, serta semangat para pelatih dan peserta, SSB GMB diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga semata, melainkan tumbuh menjadi wadah pembinaan generasi muda yang terarah. Bertambahnya peserta latihan hingga 70 anak dalam waktu sekitar dua bulan menjadi awal yang menjanjikan bagi SSB GMB. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, Garuda Muda Bakungan kini memiliki kesempatan untuk menanam fondasi sepak bola usia dini sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta baru dari desa.
“Yang paling penting saat ini adalah anak-anak punya wadah untuk menyalurkan bakat, belajar disiplin, dan mendapatkan pengalaman bertanding. Prestasi tentu menjadi harapan, tetapi proses pembinaan harus dibangun terlebih dahulu. Semoga Garuda Muda Bakungan terus berkembang dan kelak mampu melahirkan pemain-pemain yang membanggakan desa,” demikian Safrudin.
Editor: Erwin
Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan bibit-bibit pesepak bola muda di tingkat desa. Kehadiran SSB GMB bukan sekadar menjadi wadah bagi anak-anak untuk berlatih dan bermain sepak bola, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kedisiplinan, kerja sama, serta mental bertanding sejak dini.
Ketua Karang Taruna Desa Bakungan, Safrudin, menyampaikan apresiasi atas tumbuhnya semangat pembinaan olahraga di desanya. Menurutnya, dukungan masyarakat dan pemerintah desa menjadi modal penting agar SSB GMB terus berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi anak-anak Bakungan.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya SSB Garuda Muda Bakungan. Antusiasme anak-anak yang terus bertambah menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Harapannya, SSB ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan potensi anak-anak desa sekaligus melahirkan pemain-pemain berbakat di masa depan,” ujar Safrudin kepada Korankaltim.com, Senin (12/10/2026).
SSB GMB dipimpin Hamidun, yang akrab disapa Bang Midun tersebut sejak mulai berjalan pada Agustus lalu, kegiatan latihan terus menunjukkan perkembangan. Pesertanya berasal dari beberapa kelompok usia, mulai kategori usia 7 tahun atau setingkat taman kanak-kanak, U-10, U-12, hingga U-16.
Pertambahan jumlah peserta dari 15 menjadi 70 anak menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Dengan jumlah peserta yang semakin banyak, pengelolaan latihan, ketersediaan sarana, serta pembentukan tim berdasarkan kelompok umur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.
Dukungan pemerintah desa turut memberi dorongan bagi perkembangan SSB GMB. Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah telah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa perlengkapan latihan untuk menunjang aktivitas para peserta.
Ketua SSB GMB pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan tersebut. Bantuan perlengkapan latihan diharapkan membantu anak-anak berlatih lebih optimal sekaligus memperkuat fondasi pembinaan sepak bola di tingkat desa.
Safrudin menilai sinergi antara pengelola SSB, Karang Taruna, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat perlu terus dijaga. Pembinaan usia dini membutuhkan dukungan bersama, tidak hanya dalam penyediaan fasilitas, tetapi juga dalam memberikan motivasi agar anak-anak konsisten berlatih dan memiliki kesempatan mengukur kemampuan melalui pertandingan.