Kamis, 04/06/2026
Kamis, 04/06/2026
Tim Kutai United FC beserta pelatih, manajer dan ofisial saat berangkat ke Brunei (kutaiunitedfc.dok)
Kamis, 04/06/2026

Tim Kutai United FC beserta pelatih, manajer dan ofisial saat berangkat ke Brunei (kutaiunitedfc.dok)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Tim sepak bola muda Kutai United FC menorehkan prestasi membanggakan saat berlaga pada ajang internasional Maxim Cup Brunei 2026 di Brunei Darussalam.
Tampil mewakili Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Indonesia, tim yang diperkuat pemain usia 13 dan 14 tahun tersebut sukses menempati posisi kedua alias runner up setelah bersaing dengan sejumlah tim dari berbagai negara.
Capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi manajemen Kutai United FC untuk membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.
Manajer Kutai United FC Herry Rachmadsyah menjelaskan, keberhasilan di Brunei bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun fondasi sepak bola yang kuat bagi generasi muda Kukar.
"Setelah runner up di Brunei Kutai United akan membentuk tim, sekolah sepak bola (SSB), sekaligus akademi sepak bola di Tenggarong yang berkelanjutan dan terstruktur. Komposisi sumber daya manusia, baik manajemen maupun tim pelatih, akan kami bentuk sesuai standar PSSI, bahkan jika memungkinkan mengacu pada standar FIFA," kata Herry kepada Korankaltim.com, Kamis (4/6/2026).
Pembangunan sebuah tim sepak bola yang kuat tidak bisa dilakukan secara instan, karena itu manajemen tim memilih fokus memperkuat pondasi organisasi dan sistem pembinaan sebelum memasang target yang terlalu tinggi.
"Kami tidak ingin langsung memasang target besar. Yang paling penting saat ini adalah memperkuat fondasi terlebih dahulu, membangun sistem yang baik, lalu berkembang secara berkelanjutan. Kutai United ingin menjadi tim yang sustainable atau mampu berkembang dalam jangka panjang," papar Herry.
Kutai United FC hadir sebagai wadah bagi talenta-talenta muda Kutai Kartanegara untuk menembus level yang lebih tinggi dan membawa nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
"Kami ingin Kutai United menjadi wadah bagi anak-anak Kutai Kartanegara untuk mewakili Kalimantan Timur dan Indonesia di berbagai ajang sepak bola," paparnya.
Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar yang telah memberikan dukungan selama persiapan keberangkatan tim menuju Brunei Darussalam.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dispora Kukar yang telah memfasilitasi mes atlet dan lapangan mini soccer selama empat hari sebagai bagian dari persiapan tim sebelum berangkat ke Brunei, juga dukungan dari PT Insani Bara juga Bankaltimtara," ungkap Herry.
Terpisah, Pembina Kutai United FC Hamdiah menilai pencapaian runner up di Maxim Cup 2026 menjadi bukti anak-anak daerah memiliki potensi besar apabila diberikan kesempatan, pembinaan yang tepat, dan dukungan dari berbagai pihak.
Keikutsertaan Kutai United dalam turnamen internasional bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, mental bertanding, disiplin, dan pengalaman berharga bagi generasi muda.
"Anak-anak ini telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berlatih dan mengejar cita-cita melalui olahraga sepak bola," ujar Hamdiah.
Pembinaan usia dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mencetak pemain berkualitas di masa depan.
"Kami ingin menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat dan berkelanjutan. Prestasi hari ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju lahirnya pesepak bola profesional yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa," ujar Hamdiah
Perjalanan Kutai United menuju Maxim Cup Brunei 2026 diawali dengan seleksi terbuka yang digelar pada 17 Mei 2026 di Setia Mini Soccer. Seleksi tersebut diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2012 dan 2013 atau kategori usia U-13 dan U-14.
Dari proses seleksi itu, panitia memilih sembilan pemain terbaik untuk memperkuat tim dalam format pertandingan 7 lawan 7 di turnamen internasional Maxim Cup 2026.
Setelah lolos seleksi, para pemain menjalani program latihan intensif untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan strategi permainan sebelum bertolak ke Brunei Darussalam pada 30 Mei 2026.
Pada ajang yang berlangsung 1 hingga 2 Juni 2026 tersebut, para pemain muda Kutai United berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka hingga menembus partai final dan meraih gelar runner up.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kutai Kartanegara memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila mendapat dukungan yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan.
“Sesuai semangat yang diusung Kutai United FC, "Langkah kecil dari Kutai Kartanegara hari ini, bisa menjadi mimpi besar Indonesia di masa depan." Sebuah pesan yang menegaskan bahwa investasi pada generasi muda hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya bintang-bintang sepak bola Indonesia di masa mendatang,” tukas Hamdiah.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 04/06/2026
Tim Kutai United FC beserta pelatih, manajer dan ofisial saat berangkat ke Brunei (kutaiunitedfc.dok)
TERPOPULER