Bukan laga persahabatan biasa, karena yang bertanding adalah tim woodball dari Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tamu dari Negeri Jiran Malaysia, yaitu tim woodball dari Perlis, negara bagian yang terletak di ujung barat laut Semenanjung Malaysia
Ajang ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga woodball diantara kedua negara.
Ketua Indonesia Woodball Association (IWbA) Kaltim Hasbar Mara pada pembukaan laga persahabatan sore tadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya kontingen Malaysia yang dipimpin Ahmad Rahimi Ishak.
"Kehadiran tim dari Malaysia merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi bukti nyata eratnya hubungan persahabatan yang telah terjalin," ujar Hasbar dihadapan para peserta dan tamu undangan.
Kejuaraan persahabatan ini sendiri diikuti 86 peserta dari berbagai daerah di Kaltim, antara lain Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU), serta sejumlah klub dan komunitas woodball lainnya. Kehadiran tim dari Perlis, Malaysia, semakin menambah semarak kompetisi yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media yang efektif untuk membangun persatuan dan memperkuat hubungan antarmasyarakat lintas negara.
"Persatuan dapat dibentuk melalui olahraga, namun akan menjadi lebih kuat melalui persahabatan dan pertemanan. Kejuaraan ini adalah wujud nyata dari hubungan baik yang selama ini terjalin antara komunitas woodball Indonesia dan Malaysia," papar Hasbar.
Penyelenggaraan pertandingan persahabatan ini merupakan hasil koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah daerah dan komunitas olahraga woodball.
Setelah pertandingan di Samarinda, rangkaian kegiatan juga direncanakan berlanjut di kawasan Samboja, Kabupaten Kukar.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan olahraga woodball, pertukaran pengalaman atlet, hingga peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Hasbar menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, baik dari sisi pelayanan, konsumsi, maupun teknis pelaksanaan pertandingan.
"Kami memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan kegiatan ini. Semoga seluruh peserta dapat menikmati pertandingan dengan nyaman dan menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat persaudaraan," pungkas Hasbar.
Editor: Aspian Nur