Sejatinya kehadiran Arsenal di final Liga Champions musim ini tidaklah mengejutkan, mengingat mereka menampilkan performa menakjubkan di fase grup, yang ditandai dengan delapan kemenangan dari delapan pertandingan, termasuk kemenangan atas Bayern Munich (3–1), Inter Milan (1–3), dan Atlético Madrid (4–0).
Wakil LaLiga Primera Spanyol itu jadi tim terakhir yang menjadi korban terbaru The Gunners, hal mana yang membuat Arsenal telah dinobatkan sebagai juara Inggris dan bertekad untuk menjadikan musim ini lebih bersejarah lagi usai mereka merengkuh trofi Liga Inggris.
Di sisi lain, meskipun Paris Saint-Germain tidak meraih kesuksesan serupa pada fase liga, finish di peringkat ke-11 dan harus melalui babak play-off, Rouge et Bleu memaksimalkan babak gugur untuk menunjukkan kepada Eropa sepenuhnya kualitas mereka.
Klub ibu kota ini pertama kali menorehkan prestasi melawan Chelsea (5-2, 0-3), sebelum menunjukkan dominasi mereka atas Liverpool (2-0, 0-2). Di babak semifinal, tim asal Paris ini bersinar melawan Bayern Munich, keluar sebagai pemenang dari laga dua leg yang legendaris (5-4, 1-1).
Kini pasukan Luis Enrique dapat bermimpi meraih gelar juara kedua di kompetisi ini.Sejauh ini, pencapaian terbaik The Gunners di kompetisi tersebut adalah menjadi runner-up pada musim 2005/2006.
Meski sama-sama mengusung misi meraih trofi, perjalanan PSG dan Arsenal menuju final berlangsung dengan cara yang berbeda. Namun, kedua tim datang ke Budapest dengan modal yang sama kuatnya, yakni performa yang meyakinkan sepanjang musim.
PSG lebih dulu memastikan diri sebagai juara Liga Prancis musim ini, meraih 76 poin dari 34 pertandingan dan mengamankan gelar setelah unggul atas pesaing terdekat mereka, Lens.
Meski gagal mengulang prestasi treble winners musim lalu karena tidak mampu mempertahankan Piala Prancis, Les Parisiens tetap berpeluang menorehkan musim yang istimewa apabila berhasil mempertahankan mahkota Liga Champions.
“Keduanya merupakan pendekatan yang serupa, namun dengan taktik yang berbeda. Arsenal juga merupakan tim yang mencetak banyak gol dan bertahan dengan sangat baik. Intinya, keduanya adalah pendekatan taktis yang berbeda,” kata Luis Enrique jelang laga.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui kemampuan Mikel Arteta melatih Arsenal. “Saya tidak terkejut melihatnya memenangkan Liga Premier, Arsenal pantas mendapatkannya. Mereka adalah tim yang paling konsisten, mereka adalah tim terbaik di Inggris. Kalau saya tidak salah, ini adalah musim keenam atau ketujuhnya bersama Arsenal dan semua dapat dengan jelas melihat jenis tim yang telah ia bangun,” imbuhnya.
Luis Enrique juga berbicara mengenai persiapan timnya menghadapi Arsenal. “Dalam hal sesi latihan, kami berusaha mencari solusi di fase akhir musim ini. Kami sudah punya waktu untuk menganalisis lawan, kami mengenal mereka dengan baik, karena kami sudah berhadapan dengan mereka selama dua musim terakhir. Kami masih bisa meningkatkan permainan serangan dan pertahanan kami, itulah mengapa kami berlatih. Menghadapi final selalu memiliki tantangan tersendiri. Besok, kami harus memaksimalkan pertandingan seperti ini, karena kita tidak pernah tahu kapan kami akan bermain di final Liga Champions lagi,” ujarnya.
“Final selalu sulit. Tahun lalu luar biasa, kami memiliki dominasi yang sebenarnya tidak mencerminkan level sebenarnya kedua klub, tapi itulah sepak bola. Di final ini, saya rasa tidak ada favorit. Kami harus memanfaatkan detail-detail kecil dan tetap fokus sepanjang 90 menit. Tahukah apa motivasi untuk memenangkan Liga Champions dua kali berturut-turut? Motivasi itu bahkan lebih besar daripada motivasi untuk memenangkan yang pertama. Kami adalah juara bertahan dan saya menantikan final Liga Champions yang hebat. Tim yang memainkan sepak bola terbaiklah yang akan menang, saya yakin akan hal itu,” tegas Enrique.
Sementara itu, Arsenal memasuki final dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. The Gunners menutup musim di posisi teratas dengan koleksi 85 poin dari 38 laga.
Setelah tiga musim beruntun harus mengakui keunggulan Manchester City dalam perburuan gelar, Arsenal akhirnya mampu mematahkan dominasi The Citizens. Meski terbantu oleh menurunnya konsistensi sang rival, keberhasilan tersebut tetap menjadi cerminan ketangguhan dan perkembangan signifikan tim racikan Mikel Arteta sepanjang musim.
Kini, Arsenal berpeluang menyempurnakan musim bersejarah mereka. Jika mampu menaklukkan PSG di Budapest, The Gunners tidak hanya akan meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub, tetapi juga mengawinkan trofi Eropa dengan gelar Liga Inggris.
Bagi Arteta pencapaian tersebut akan menjadi bukti nyata kepercayaan yang diberikan manajemen Arsenal selama enam tahun terakhir telah berbuah kesuksesan di level tertinggi.
“Kami bersiap untuk penampilan pertama kami di final Liga Champions dalam 20 tahun terakhir. Saya pikir ini adalah kesempatan untuk menguasai momen ini karena ini adalah kali kedua dalam sejarah kami berada di sini. Kami memiliki kesempatan untuk menulis bab baru dalam sejarah klub sepak bola ini,” ujar Arteta.
“Untuk melakukannya, kami harus bermain dengan kejelasan, keberanian yang besar, dan keinginan tak kenal lelah untuk menang. Kita memiliki ketiga aspek itu dan saya yakin kita akan mendekati kemenangan,” sebut compatriot Luis Enrique ini.
Arteta membantah anggapan tekanan dalam laga ini telah berkurang karena trofi Liga Premier telah diraih, dengan mengatakan bahwa ia tidak memandang pertandingan ini sebagai laga tanpa beban.
“Tidak, ambisinya lebih besar. Kami sudah memenangkan satu gelar dan kami ingin yang kedua. Itulah yang selama ini kami bicarakan. Itu harus menjadi landasan untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan mengejar lebih banyak lagi. Tim ini mampu melakukannya karena kami telah membuktikannya dalam dua atau tiga musim terakhir di kompetisi ini, dan saya ingin para pemain begitu percaya diri kami akan pergi dan melakukannya,” tegasnya.
Mengenai persiapan tim, Arteta menyebutnya sangat baik. “Persiapannya sangat, sangat baik, sangat focus dan sangat positif. Kami berada di sini karena kami telah membuktikan diri layak berada di sini melalui cara kami bermain dan tampil di kompetisi ini, dan besok di lapangan itu, kami harus membuktikan diri layak memenangkan trofi,” ungkapnya.
“Kami tahu betapa sulitnya menulis sejarah baru di klub seperti Arsenal. Itulah tujuannya dan itulah mengapa kami semua sangat bersemangat dan memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkannya,” tutupnya.
Lima pertemuan terakhir
PSG vs Arsenal di Liga Champions
- 8 Mei 2025: PSG 2-1 Arsenal
- 30 April 2025: Arsenal 0-1 PSG
- 2 Oktober 2024: Arsenal 2-0 PSG
- 23 November 2016: Arsenal 2-2 PSG
- 13 September 2016: PSG 1-1 Arsenal
Perkiraan Susunan Pemain
PARIS SAINT-GERMAIN (4-3-3): Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Warren Zaire-Emery, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia.
Pelatih: Luis Enrique (Spanyol).
ARSENAL (4-2-3-1): David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Leandro Trossard; Kai Havertz.
Pelatih: Mikel Arteta (Spanyol).
Editor: Aspian Nur