Senin, 13/07/2026
Senin, 13/07/2026
Pelantikan Pengurus KONI Kaltim di Odah Etam, Minggu (12/7/2026) malam. (Rafik/Korankaltim.com).
Senin, 13/07/2026

Pelantikan Pengurus KONI Kaltim di Odah Etam, Minggu (12/7/2026) malam. (Rafik/Korankaltim.com).
Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) periode 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Odah Etam Samarinda Minggu (12/7/2026) malam tadi.
Pelantikan ini sekaligus jadi titik awal penyusunan strategi besar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jakarta.
Kepengurusan baru langsung memfokuskan perhatian pada penyusunan road map pembinaan atlet sebagai langkah untuk mewujudkan target menembus tiga besar nasional.
Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listyono menjelaskan kepengurusan periode 2026-2030 merupakan hasil Musyawarah Olahraga Provinsi yang kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum KONI Pusat.
“Ada 83 pengurus resmi dilantik dengan komposisi yang melibatkan berbagai latar belakang, mulai dari profesional, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, mantan atlet, mantan pelatih hingga insan olahraga,” kata Tyo, sapaan akrabnya.
Kolaborasi lintas profesi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung pelaksanaan road map pembinaan olahraga Kaltim.
Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran KONI Kaltim tetap optimistis sinergi seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat upaya KONI Kaltim dalam membangun prestasi olahraga mewujudkan target di PON 2028.
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengatakan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan awal pelaksanaan program pembinaan yang lebih terarah.
Waktu menuju PON 2028 semakin terbatas sehingga seluruh program harus segera dijalankan secara sistematis.
“Langkah awal yang akan dilakukan ialah mengevaluasi seluruh cabang olahraga untuk memetakan cabang unggulan, cabang potensial, serta kebutuhan pembinaan masing-masing,” terangnya.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan road map pembinaan hingga PON 2028 dengan pendekatan berbasis data, target dan indikator kinerja yang terukur.
Selain itu, KONI Kaltim akan memperkuat pembinaan atlet usia dini melalui peningkatan kualitas pelatih, pemanfaatan sport science, penambahan agenda try out dan kompetisi, serta pendampingan psikologis maupun medis bagi atlet.
Seluruh program tersebut diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.
Target yang ingin dicapai bukan hanya menambah perolehan medali, tetapi mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional.
“Target menembus tiga besar pada PON 2028, lanjutnya, menjadi amanat Pemprov Kaltim yang akan diwujudkan melalui tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi,” tutup Haji Andre, sapaan akrabnya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 13/07/2026
Pelantikan Pengurus KONI Kaltim di Odah Etam, Minggu (12/7/2026) malam. (Rafik/Korankaltim.com).
TERPOPULER