Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar mengatakan, hingga kini Samarinda belum memiliki skema beasiswa daerah yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun warga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Idealnya beasiswa itu harus ada. Paling tidak untuk mahasiswa kita yang berasal dari Samarinda yang memiliki prestasi," ujar Anhar kepada Korankaltim.com Selasa (14/7/2026).
DPRD telah beberapa kali mengusulkan pembentukan program beasiswa daerah.
Namun, realisasi kebijakan tersebut sepenuhnya bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang dihitung oleh pemerintah kota sebagai pihak yang menyusun kebijakan fiskal.
"Kami hanya mengusulkan, tetapi yang menghitung kemampuan keuangan daerah serta asumsi pendapatan dari tahun ke tahun adalah pihak eksekutif," ucapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai beasiswa daerah bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurutnya, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi harus dapat dirasakan oleh mahasiswa berprestasi maupun mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
DPRD Samarinda sudah memiliki konsep pengembangan sektor pendidikan yang terintegrasi dengan program kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pelaksanaannya tetap memerlukan dukungan kebijakan dan pengalokasian anggaran dari pemerintah daerah.
"Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kami sudah memiliki blueprint mengenai program pendidikan dan kesejahteraan. Namun, pelaksanaannya tentu bergantung pada kebijakan pemerintah," tegasnya.
Pemkot Samarinda diharapkan menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Menurutnya, program beasiswa berbasis APBD akan menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda.
Editor: Aspian Nur