Selasa, 14/07/2026
Selasa, 14/07/2026
Situasi masyarakat Kota Tepian di Teras Samarinda pada sore hari. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Selasa, 14/07/2026

Situasi masyarakat Kota Tepian di Teras Samarinda pada sore hari. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pengelolaan Teras Samarinda dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Selain menjadi destinasi wisata baru di pusat kota, kawasan tersebut juga berkembang sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan sejak awal pihaknya menetapkan tiga fungsi utama Teras Samarinda, yakni sebagai destinasi wisata publik, ruang interaksi sosial, dan pusat perputaran ekonomi. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut kini mulai berjalan sesuai harapan.
“Kalau teman-teman lihat sekarang, Teras Samarinda menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menarik untuk masyarakat datang berwisata atau sekadar healing. Fungsi wisata itu sudah tercapai,” ujarnya.
Selain itu, kawasan tersebut juga semakin ramai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Varia Niaga menggandeng sejumlah event organizer (EO) lokal, nasional, hingga internasional untuk menghadirkan berbagai agenda di Teras Samarinda.
Syamsuddin mengungkapkan, pada Agustus mendatang bahkan akan digelar kegiatan berskala internasional yang diyakini semakin meningkatkan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
“Interaksi sosial di sana sangat hidup. Berbagai acara terus berlangsung dan bulan Agustus nanti ada event dari EO internasional,” katanya.
Di sektor ekonomi, ia memastikan seluruh tenant yang beroperasi di Teras Samarinda merupakan brand lokal. Menurutnya, para pelaku UMKM menunjukkan perkembangan yang baik sejak kawasan itu beroperasi.
Pihaknya juga menerapkan skema pengelolaan yang bertahap agar seluruh pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang dan memperoleh keuntungan secara berkelanjutan.
“Yang kami harapkan semua bertumbuh bersama. Semua pelaku usaha bisa bernapas, berkembang, dan akhirnya sejahtera,” ucapnya.
Seiring pertumbuhan aktivitas usaha tersebut, Varia Niaga optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai. Target tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp450 juta hingga Rp500 juta.
“Target PAD tahun ini Rp2 miliar untuk seluruh lingkup usaha yang kami kelola. Pertumbuhannya cukup positif dibanding beberapa tahun sebelumnya,” jelas Syamsuddin.
Ia menambahkan, sektor pangan dan jasa masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi Varia Niaga. Sementara untuk realisasi PAD, evaluasi secara menyeluruh baru akan dilakukan pada semester kedua, sedangkan saat ini perusahaan lebih dulu melaporkan perkembangan kinerja usaha melalui capaian laba-rugi dan pertumbuhan bisnis.
“Kami optimistis tren pertumbuhan ini terus berlanjut hingga akhir tahun,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 14/07/2026
Situasi masyarakat Kota Tepian di Teras Samarinda pada sore hari. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER