Kamis, 04/06/2026

Andre Syachrum Siapkan Gerbong Baru KONI Kaltim, Sport Science dan Kabinet Ramping Jadi Andalan Menuju PON 2028

Kamis, 04/06/2026

Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026, Rusdiansyah Aras, yakin kepemimpinan ketua yang baru buka jalan menuju peningkatan prestasi pada PON XXII/2028.(Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Andre Syachrum Siapkan Gerbong Baru KONI Kaltim, Sport Science dan Kabinet Ramping Jadi Andalan Menuju PON 2028

Kamis, 04/06/2026

logo

Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026, Rusdiansyah Aras, yakin kepemimpinan ketua yang baru buka jalan menuju peningkatan prestasi pada PON XXII/2028.(Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Terpilihnya Anderiy Syachrum sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim periode 2026–2030 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang berlangsung di Aula Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (3/6/2026) lalu menandai dimulainya babak baru bagi dunia olahraga Benua Etam.

Terpilih secara aklamasi, sosok yang akrab disapa Haji Andre tersebut kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi olahraga Kaltim di tingkat nasional, khususnya menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026 Rusdiansyah Aras memberikan pandangan terkait sejumlah gagasan yang berkembang pasca-Musorprov yang mengindikasikan kepemimpinan Haji Andre tidak akan berjalan dengan pola lama. 

“Berbagai perubahan strategis diperkirakan akan mewarnai pembentukan kepengurusan baru, mulai dari penempatan figur-figur kunci hingga reformasi tata kelola organisasi olahraga yang lebih modern dan berbasis kinerja,” kata Rusdi kepada Korankaltim.com Kamis (4/6/2026).

Perhatian publik olahraga Kaltim saat ini tertuju pada penyusunan struktur kepengurusan baru, khususnya untuk posisi Ketua Harian dan Sekretaris Umum (Sekum) yang selama ini menjadi jantung operasional organisasi.

Ketua harian berperan sebagai pengendali roda organisasi sehari-hari, sementara sekretaris umum menjadi penanggung jawab administrasi, koordinasi, serta legalitas kelembagaan. “Kedua posisi ini sangat menentukan efektivitas kinerja KONI Kaltim dalam empat tahun ke depan,” tegasnya.

Sejumlah pengamat olahraga menilai ketua terpilih berpeluang menghadirkan figur-figur baru yang memiliki kapasitas manajerial kuat dan mampu menjawab tantangan olahraga modern. 

“Nama-nama yang muncul kemungkinan tidak hanya berasal dari kalangan olahraga semata, tetapi juga dari dunia profesional dan korporasi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan organisasi secara efektif dan akuntabel,” jelasnya.

Langkah penyegaran tersebut dinilai penting, mengingat kompleksitas pembinaan olahraga saat ini membutuhkan kecepatan pengambilan keputusan, transparansi, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.

Satu sinyal perubahan paling kuat yang muncul adalah komitmen untuk menjadikan sport science sebagai fondasi utama pembinaan atlet Kaltim. “Jika selama ini pendekatan ilmiah dalam olahraga sering ditempatkan sebagai pelengkap, pada era kepemimpinan Andre Syachrum, saya yakin sektor tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam peningkatan prestasi atlet,” papar Rusdi.

Menariknya kata Rusdi, pengelolaan bidang sport science disebut-sebut akan dipercayakan kepada kalangan akademisi dan peneliti yang memiliki kompetensi ilmiah di bidang olahraga.

Keterlibatan perguruan tinggi, termasuk para doktor, profesor, peneliti, serta tenaga ahli dari universitas di Kaltim, dinilai dapat memperkuat proses pembinaan melalui pendekatan berbasis data dan penelitian.

“Aspek biomekanika, psikologi olahraga, nutrisi atlet, pemulihan cedera, hingga pengukuran performa fisik diharapkan tidak lagi bergantung pada pengalaman subjektif semata, melainkan didukung oleh hasil riset dan pengujian ilmiah yang terukur,” imbuhnya.

Dengan demikian, setiap program latihan maupun strategi pembinaan dapat dirancang secara lebih presisi guna menghasilkan atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Selain perubahan figur, reformasi organisasi juga diperkirakan akan dilakukan melalui rasionalisasi jumlah pengurus. Kepengurusan KONI Kaltim periode 2026–2030 dikabarkan akan dibatasi sekitar 80 orang saja. 

“Jumlah tersebut jauh lebih ramping dibandingkan kecenderungan organisasi olahraga pada umumnya yang sering kali memiliki struktur besar untuk mengakomodasi berbagai kepentingan,” ucap Rusdi.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah menuju tata kelola organisasi yang lebih profesional dengan prinsip “miskin struktur, kaya fungsi”.

Struktur yang lebih ramping diyakini mampu mempercepat koordinasi antarbidang, mengurangi tumpang tindih kewenangan, sekaligus memastikan setiap pengurus memiliki tugas dan indikator kinerja yang jelas.

Dengan pola tersebut, Rusdi meyakini posisi dalam kepengurusan tidak lagi sekadar simbolis, melainkan benar-benar menjadi bagian dari mesin organisasi yang bekerja secara produktif dan terukur.


Editor: Aspian Nur

Andre Syachrum Siapkan Gerbong Baru KONI Kaltim, Sport Science dan Kabinet Ramping Jadi Andalan Menuju PON 2028

Kamis, 04/06/2026

Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026, Rusdiansyah Aras, yakin kepemimpinan ketua yang baru buka jalan menuju peningkatan prestasi pada PON XXII/2028.(Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait